JALAN SOLO KM 8.6 NAYAN, MAGUWOHARJO, DEPOK,SLEMAN, YOGYAKARTA

KODE  POS :  55282

Belanja APBN Hadirkan Manfaat yang Dirasakan Langsung oleh Masyarakat DIY, Apa Saja?

 

Yogyakarta, 2 Desember 2025 - Realisasi Belanja Negara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai Rp16,66 triliun hingga akhir Oktober 2025. Kinerja APBN tersebut menghadirkan sejumlah manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat DIY.

 

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY), Agung Yulianta menjelaskan berbagai unsur dalam Belanja Pemerintah Pusat di DIY yang menyentuh langsung keseharian masyarakat. Pertama, Bantuan Sosial antara lain Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang terealisasi Rp516,07 miliar untuk 921.659 peserta terkonfirmasi, Program Keluarga Harapan (PKH) terealisasi Rp294,49 miliar untuk 374.651 peserta terkonfirmasi, dan Yatim Atensi (YAPI) terealisasi Rp6,18 miliar untuk 14.254 peserta terkonfirmasi sampai dengan akhir Oktober 2025.

 

"Selanjutnya, Bantuan Pendidikan antara lain Progam Penerima BOS (Kemenag) yang teralisasi Rp20,82 miliar untuk 17.936 penerima, Progam Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) terealisasi Rp9,63 miliar serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan realisasi Rp10,92 miliar untuk 995 mahasiswa," kata Kepala Kanwil DJPb DIY dalam siaran pers 'Realisasi APBN Regional DIY hingga 31 Oktober 2025' yang dirilis Selasa (2/12/2025).

 

Selain itu, subsidi pupuk telah terealisasi 47.526,39 ton (65% dari alokasi sebanyak 72.662 ton). Subsidi pupuk ini terdiri atas pupuk Urea, pupuk NPK, pupuk NPK Kakao, dan pupuk organik. Sementara itu, subsidi listrik sampai dengan akhir Oktober 2025 di wilayah DIY mencapai Rp125,54 miliar dengan jumlah pelanggan sebanyak 711.199.

 

Dukungan fiskal di wilayah DIY sesuai arah kebijakan pemerintah ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkualitas dan berkelanjutan. Antara lain melalui Program Strategis Nasional (PSN) yang terdiri atas Makanan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Sekolah Rakyat (SR), Revitalisasi Sekolah, SMA Unggul Garuda, Ketahanan Pangan, dan Ketahanan Energi.

 

Program MBG telah terealisasi sebesar Rp395,17 miliar dengan total penerima manfaat sebanyak 625.748 orang. Di wilayah DIY telah berdiri 438 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan diresmikan secara nasional pada tanggal 21 Juli 2025. Program KDMP didukung dengan Dana Keistimewaan yang sudah melakukan inkubasi bisnis untuk 20 koperasi.

 

"Lalu, sebanyak 424 rumah dibangun melalui program FLPP dengan perkiraan realisasi sebesar Rp50,12 miliar sampai akhir Oktober 2025," ucap Agung Yulianta.

 

Kemudian, Sekolah Rakyat telah dibangun di Bantul serta Sleman dengan jumlah siswa 275 orang dan mulai dibuka sejak tanggal 14 Juli 2025. Selanjutnya, sebanyak 50 sekolah telah direvitalisasi di DIY dari target sebanyak 133 sekolah sampai dengan akhir Oktober 2025. SMA Kemala Taruna Bhayangkara juga telah beroperasi sejak Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai realisasi dari program SMA Unggul Garuda.

 

Untuk program ketahanan pangan di DIY dilaksanakan melalui program Lumbung Mataraman, intensifikasi sawah, dan diversifikasi pangan lokal, di mana realisasinya mencapai Rp245,95 miliar sampai dengan akhir Oktober 2025. Sedangkan program ketahanan energi di DIY fokus pada peningkatan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi daerah.

 

"Kinerja APBN hingga 31 Oktober 2025 tetap solid dan terjaga. APBN pun terus dikelola secara hati-hati namun ekspansif sebagai instrumen fiskal utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global," tutur Agung Yulianta.

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

 IKUTI KAMI

 PENGADUAN

 

Search