JALAN SOLO KM 8.6 NAYAN, MAGUWOHARJO, DEPOK,SLEMAN, YOGYAKARTA

KODE  POS :  55282

Kemenkeu Satu DIY Gelar Seminar Hakordia di Treasury Learning Center: Satukan Aksi Basmi Korupsi

 

Yogyakarta, 3 Desember 2025 - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Satu lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Seminar Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) pada Rabu (3/12/2025) yang mengangkat tema "Satukan Aksi Basmi Korupsi: Indonesia Bebas dari Korupsi, Raih Pertumbuhan Ekonomi". Treasury Learning Center (TLC) yang dikelola oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY) pun dipilih sebagai lokasi kegiatan yang bertujuan memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa Indonesia dalam rangka menegaskan konsistensi bangsa untuk memerangi korupsi.

 

Dalam sambutannya membuka acara, Kepala Kanwil DJPb DIY, Agung Yulianta mengingatkan bahwa tidak hanya aparatur sipil negara (ASN) dan penegak hukum, seluruh masyarakat Indonesia harus selalu menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari agar sumber daya negara bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk semua lapisan masyarakat. Oleh sebab itu, ia berharap Hakordia yang diperingati setiap 9 Desember tidak hanya sekadar seremoni belaka, tetapi harus memantik agar nilai-nilai antikorupsi bisa selalu diterapkan, sekecil apapun bentuknya.

 

"Ketika melaksanakan tugas, kita harus selalu mengingat bahwa kita adalah pilar-pilar utama menegakkan antikorupsi yang harus selalu dimulai dari diri kita, kemudian melebar ke keluarga kita. Coba bayangkan kalau korupsi terjadi, bukan hanya sekadar berapa sumber daya yang hilang, tentu ini ada sesuatu yang jauh. Akan ada manfaat peluang dan tujuan yang hilang karena perilaku korupsi, kemudian juga masyarakat yang harusnya merasakan hadirnya manfaat itu tidak bisa merasakan," kata Kepala Kanwil DJPb DIY.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber kompeten dalam bidang pemberantasan korupsi. Widyaiswara Ahli Madya Badan Diklat Keuangan Yogyakarta, Mila Mumpuni hadir sebagai moderator.

 

Sebagai narasumber pertama Wakil Dekan Nonakademik Sekolah Pascasarjana UNS sekaligus bagian dari Pusat Studi Transparansi Publik dan Anti Korupsi Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) UNS, Salman Alfarisy Totalia menegaskan bahwa agama juga menyisipkan nilai-nilai antikorupsi dalam ajarannya. Menurutnya, ada 3 poin yang bisa dilakukan untuk menegakkan integritas. Pertama, bersabar bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridaan-Nya. Kedua, jangan berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia. Dan ketiga, jangan mengikuti orang yang hatinya telah lalai serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya melewati batas.

 

Lalu narasumber kedua, Ketua Perkumpulan Penyuluh Antikorupsi Nasional (Perpaksinas), Yudi Ismono menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi di Indonesia dengan membangun kesadaran dan integritas sejak dini untuk masa depan yang lebih bersih. Caranya bisa melalui pemberian materi tentang kesadaran dampak negatif korupsi, meningkatkan pengetahuan tentang integritas serta menghadirkan program pendidikan antikorupsi sejak dini dan menciptakan lingkungan yang bersih.

 

Setelah penyampaian materi oleh narasumber, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif yang disambut dengan baik oleh para peserta yang juga berasal dari kantor vertikal kementerian/lembaga di DIY. Acara ditutup dengan foto bersama serta komitmen untuk selalu menjaga integritas dan antikorupsi. Untuk memeriahkan kegiatan, hadir pula grup karawitan “Laras Swara Artha” dari Kanwil DJPb DIY yang mempersembahkan sejumlah gending dan mengundang tepuk tangan meriah dari para peserta.

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

 IKUTI KAMI

 PENGADUAN

 

Search