
Yogyakarta, 28 Agustus 2026 - Perekonomian DIY sampai dengan akhir Juli 2026 tetap menunjukkan kinerja yang kuat, salah satunya berkat kinerja APBN sebagai instrumen kunci yang menjaga kestabilan ekonomi daerah. Hal tersebut dibuktikan dengan serapan Belanja Negara di DIY yang tercatat tinggi yakni mencapai Rp11.617,31 miliar (57,74%) dari pagu anggaran hingga akhir 31 Juli 2026 dan pada periode yang sama, Pendapatan Negara juga menunjukkan capaian positif sebesar Rp5.570,86 miliar atau 51,18% dari target.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY) mencatat dari sektor Belanja Negara, Belanja Pemerintah Pusat terealisasi Rp6.278,93 miliar (52,85% dari pagu) yang terdiri atas Belanja Pegawai Rp3.676,68 miliar (63,13% dari pagu); Belanja Barang Rp1.828,09 miliar (45,31% dari pagu); dan Belanja Modal Rp774,16 miliar (38,27% dari pagu). Dukungan APBN terhadap APBD melalui Transfer ke Daerah (TKD) juga meningkat. Sampai dengan 31 Juli 2026, realisasi penyaluran TKD mencapai Rp5.338,38 miliar atau 64,79% dari alokasi.
"Meningkatnya kinerja TKD dan Dana Desa dipengaruhi oleh pertumbuhan positif dari realisasi penyaluran Dana Bagi Hasil sebesar Rp48,32 miliar (27,83% dari alokasi); Dana Alokasi Umum mencapai Rp3.324,27 miliar (66,00% dari alokasi); Dana Transfer Khusus Rp1.024,13 miliar (54,27% dari alokasi); Dana Keistimewaan Rp800 miliar (80% dari alokasi); dan Dana Desa Rp141,66 miliar (100% dari alokasi)," ujar Plt Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb DIY, Pudji Ardi Susatyo Achmadi dalam siaran pers yang dirilis Jumat (28/8/2026).
Dari sektor Penerimaan Negara, Penerimaan Pajak sampai dengan 31 Juli 2026 mencapai Rp3.436,50 miliar (47,95% dari target penerimaan pajak). Kinerja Pajak Penghasilan (PPh) merupakan penyumbang terbesar penerimaan pajak di DIY, diikuti oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai sampai dengan akhir Juli 2026 adalah sebesar Rp431,17 miliar atau 46,38% dari targetnya, Penerimaan tersebut masih didominasi dari penerimaan Cukai sebesar Rp425,45 miliar dan penerimaan Pabean sebesar Rp5,72 miliar. Selanjutnya, Penerimaan PNBP sampai 31 Juli 2026 sebesar Rp1.703,18 miliar atau 61,05% dari target. Kinerja pendapatan BLU mencapai Rp1.387,02 miliar (55,01% dari targetnya). Sedangkan Penerimaan PNBP Lainnya Rp316,16 miliar (117,84% dari targetnya).
Pemerintah juga mengalokasikan dana dalam rangka belanja tematik di DIY yang terdiri atas program Swasembada Pangan, Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan. Selain itu, dalam rangka mendukung Program Strategis Nasional, pemerintah telah mengalokasikan dana dari APBN sebagai bentuk dukungan untuk penguatan ekonomi di DIY lewat program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih (KMP), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Sekolah Rakyat, SMA Unggul Garuda, revitalisasi sekolah hingga pengembangan UMKM lewat program KUR serta UMi.
"Alokasi APBN untuk daerah mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi regional, sekaligus menjadi benteng ketahanan fiskal nasional terhadap ancaman fluktuasi perekonomian global," ucap Plt Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb DIY.




