JALAN SOLO KM 8.6 NAYAN, MAGUWOHARJO, DEPOK,SLEMAN, YOGYAKARTA

KODE  POS :  55282

Ini Realisasi Terkini Program Strategis Nasional di DIY per 31 Juli 2026, Dari MBG hingga Revitalisasi Sekolah

 

Yogyakarta, 28 Agustus 2026 - Kinerja APBN di DIY yang tangguh turut berandil pada stabilitas ekonomi di DIY per 31 Juli 2026. Realisasi APBN tersebut diwujudkan dalam berbagai Program Strategis Nasional dan program tematik yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

 

Perlu diketahui, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY) mencatat hingga 31 Juli 2026, Belanja Negara di DIY mencapai Rp11.617,31 miliar (57,74%) dari pagu anggaran. Di sisi lain, Pendapatan Negara juga menunjukkan capaian positif sebesar Rp5.570,86 miliar atau 51,18% dari target.

 

Belanja APBN di DIY tersebut terealisasi dalam program Swasembada Pangan, Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan. Program Swasembada Pangan antara lain untuk sampel penyakit hewan yang teramati dan teridentifikasi; Pendidikan Tinggi Vokasi Pertanian Sarjana Terapan (D-IV); Gerakan Pangan Murah serta program “Embung dan Tampungan Air Lainnya pada Kawasan Sulit Air”. Sementara itu, dukungan dari Transfer ke Daerah (TKD) berupa penyaluran Dana Desa yang sebagian dipergunakan untuk program ketahanan pangan.

 

"Selanjutnya, program infrastruktur, output-nya berupa Groundsill Sungai Srandakan; Bendungan Bener; Preservasi Jalan Koridor Logistik (backbone); dan Jaringan Irigasi di Sentra Produksi Lumbung Pangan. Dukungan dari TKD untuk program infrastruktur berupa Dana Alokasi Khusus Infrastruktur Publik Daerah dan Penugasan," tutur Plt Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb DIY, Pudji Ardi Susatyo Achmadi melalui siaran pers yang dirilis Jumat (28/8/2026).

 

Sedangkan program Kesehatan memiliki output berupa laboratorium pengawasan obat dan makanan yang sesuai Standar Kemampuan Laboratorium; sampel obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen kesehatan yang diperiksa sesuai standar oleh UPT; dan alat laboratorium untuk pengujian obat dan makanan sesuai Standar Kemampuan Laboratorium. Dukungan TKD untuk program Kesehatan berasal dari DAU Bidang Kesehatan dan DAK Non Fisik berupa Bantuan Operasional Kesehatan dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana.

 

Lalu, Program Pendidikan sejauh ini terealisasi berupa pembangunan, rehabilitasi, dan renovasi sarana prasarana Perguruan Tinggi dan Perguruan Tinggi Keagamanan; tunjangan profesi guru non-PNS; mahasiswa Pendidikan Tinggi bidang Teknologi Nuklir; dan Sekolah Rakyat. Dukungan TKD pada program Pendidikan berupa DAK Non Fisik yaitu tunjangan profesi guru, tambahan penghasilan guru, BOS, BOP PAUD, BOP Pendidikan Kesetaraan, BOP Museum serta bantuan pengembangan program perpustakaan daerah.

 

Kemudian, Plt Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb DIY menyebut dalam rangka mendukung Program Strategis Nasional, pemerintah telah mengalokasikan dana dari APBN sebagai bentuk dukungan untuk penguatan ekonomi di DIY. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan di sebagian besar sekolah sasaran awal dengan fokus menjaga standar menu, kualitas, dan distribusi yang tepat waktu. Saat ini terdapat 402 Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi (SPPG) dengan 16.513 petugas dan 2.448 supplier serta 888.963 penerima manfaat MBG.

 

Program Koperasi Merah Putih (KMP) telah diresmikan secara nasional pada Juli 2025 sejumlah 438 koperasi. Di DIY, program KMP didukung Dana Keistimewaan melalui inkubasi koperasi dan integrasi dalam platform Sibakul.

 

Permintaan atas program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga tinggi yang tersebar di 4 kabupaten/kota dengan jumlah 25 perumahan. Selama tahun 2026 telah dibangun sebanyak 214 unit rumah dengan melibatkan 8 bank, 4 asosiasi, dan 33 pengembang (developer).

 

Sekolah Rakyat (SR) resmi dibuka di Bantul dan Sleman dengan kurikulum nasional dan program karakter. Program ini ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Saat ini terdapat 2 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) dengan jumlah murid sebanyak 275 anak.

 

Lalu ada program SMA Unggul Garuda yang merupakan prototipe SMA semimiliter unggulan berbasis disiplin ala Taruna Nusantara yang dikelola oleh Polri dengan sistem boarding school. Saat ini terdapat 1 sekolah unggul garuda yaitu SMA Kemala Taruna Bhayangkara dengan murid sebanyak 120 siswa dan menggunakan kurikulum International Baccalaureate. Saat ini operasionalisasi SMA Kemala Taruna Bhayangkara pindah ke Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

 

Program revitalisasi sekolah di DIY juga dilaksanakan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Sarana Pendidikan (P2SP). Saat ini, terdapat 211 sekolah yang telah direvitalisasi di wilayah DIY.

 

Pemerintah juga hadir dalam pengembangan UMKM di DIY. Dukungan tersebut hadir dalam bentuk subsidi bunga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Penyaluran KUR sampai dengan 31 Juli 2026 sebesar Rp3.315,02 miliar untuk 58.343 debitur. Penyaluran UMi hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp43,42 miliar dengan debitur sebanyak 7.804 debitur.

 

"Alokasi APBN untuk daerah mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi regional, sekaligus menjadi benteng ketahanan fiskal nasional terhadap ancaman fluktuasi perekonomian global," tutup Plt Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb DIY.

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

 IKUTI KAMI

 PENGADUAN

 

Search