
Yogyakarta, 3 September 2026 - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY) menghadiri Yogyakarta Economic Symposium (YES) 2026 yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY pada Kamis (3/9/2026). Forum ini digelar sebagai wadah kolaborasi dan pertukaran gagasan antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi DIY yang semakin berkualitas sehingga menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Kepala Kanwil DJPb DIY, Taukhid hadir langsung dalam forum yang mengusung tema “Mengakselerasi Ekonomi DIY yang Bertumbuh, Inklusif, dan Resilien Menuju Masyarakat DIY Sejahtera”. Dalam keynote speech-nya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo menegaskan pentingnya respons kebijakan yang implementatif, tepat sasaran, dan didukung kajian yang kuat.
Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang relevan dalam mendorong ekonomi DIY yang bertumbuh, inklusif, resilien serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa YES 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mendukung pencapaian sasaran pertumbuhan PDRB DIY sebesar 5,5–6,0% pada 2026 dan 5,7–6,2% pada 2027 di tengah berbagai tantangan global dan domestik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti yang mewakili Wakil Gubernur DIY mengatakan pembangunan ekonomi DIY perlu diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan memiliki daya tahan terhadap berbagai perubahan. Kolaborasi antarpemangku kepentingan perlu terus diperkuat, antara lain dalam pengembangan UMKM, perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas pariwisata dan ekonomi kreatif serta kesiapan generasi muda menghadapi transformasi ekonomi.
Forum ini juga diwarnai dengan sesi talkshow bersama Ni Made Dwipanti Indrayanti dan Chief Economist Bank Permata Josua Pardede merumuskan lima langkah strategis bagi transformasi ekonomi DIY. Mulai dari penguatan produktivitas, keterhubungan antarpelaku ekonomi, nilai tambah ekonomi lokal, pemerataan ekonomi serta ketahanan ekonomi daerah.




