APBN Tetap Solid, Sehat, dan Adaptif Dalam Mendukung Pertumbuhan
Ekonomi yang Kuat dan Berkelanjutan, Menjaga Daya Beli Masyarakat di Wilayah Jawa Barat
Bandung, 27 Februari 2026
A. Perkembangan APBN hingga 31 Januari 2026
- Kinerja pelaksanaan ABPN Regional Jawa Barat sd 31 Januari 2026 menunjukkan Total pendapatan Rp11,09 Triliun (5,88% target), mengalami kontraksi 5,89% (yoy). Total belanja Rp13,05 Triliun (12,75% pagu), tumbuh 6,15% (yoy), sehingga menghasilkan Defisit regional sebesar Rp1,96 Triliun.
- Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp7,92 T (5,26% dari target), dengan pertumbuhan sedikit terkontraksi −2,41% dibanding tahun 2025. Penurunan ini terutama disebabkan koreksi tajam pada kategori Pajak Lainnya, khususnya Deposit Pajak, yang tidak lagi berulang karena setoran sudah dilaporkan pada jenis pajak yang seharusnya. Empat jenis pajak mayoritas menunjukkan pertumbuhan positif, menandakan bahwa aktivitas usaha masih relatif terjaga.
- Penerimaan kepabeanan dan cukai tercapai Rp2,64 Triliun atau 8,53% dari target penerimaan mengalami perlambatan 18,92% (Rp615,19 M) dibandingkan Januari 2025. Realisasi penerimaan Bea Masuk mencapai minus Rp37,09 Miliar atau (-10,93%) karena adanya restitusi. Penerimaan cukai mencapai Rp2,67 Triliun atau 8,75% mengalami kontraksi 16,76% dikontribusi kontraksi penurunan penerimaan Cukai Hasil Tembakau (HT) yang merosot 17,60% (Rp560,13 M).
- Realisasi PNBP sebesar Rp525,69 Miliar atau 7,69 % dari target Rp6,84 Triliun mengalami pertumbuhan sebesar 28,42% (yoy); dengan rincian PNBP Lainnya mencapai Rp325,82 Miliar atau 15,16% tumbuh sebesar 5,45% (yoy) serta PNBP BLU mencapai Rp199,88 Miliar atau 4,26% tumbuh sebesar 99,14% (yoy).
- Belanja Negara telah terealisasi Rp13,05 Triliun atau 12,75% dari pagu sebesar Rp102,37 Triliun, secara yoy tumbuh 1,44%. Pertumbuhan ini terjadi pada seluruh komponen baik Belanja K/L maupun TKD yang tumbuh positif.
- Belanja K/L sampai dengan 31 Januari 2026 terealisasi sebesar Rp1,63 Triliun atau 3,78% dari pagu. Realisasi Belanja Pegawai mencapai Rp1,29 Triliun atau 5,65% dari pagu, Belanja Barang mencapai Rp262,10 Miliar atau 1,74%, Belanja Modal mencapai Rp79,47 Miliar atau 1,52%, Belanja Sosial mencapai Rp0,03 Milair atau 0,04%.
- Realisasi TKDD sampai dengan 31 Januari 2026 sebesar Rp11,42 Triliun atau 19,28% dari pagu sebesar Rp59,25 Triliun. Realisasi DBH mencapai Rp53,90 Miliar atau 1,95%, DAU mencapai Rp5,76 Miliar atau 16,05%, dan DAK Non Fisik mencapai Rp5,61 Triliun atau 27,40%, sementara DAK Fisik, Dana Insentif Fiskal dan Dana Desa belum memiliki realisasi.
- Realisasi Tunjangan Profesi Guru (TPG) sampai dengan 31 Januari 2026 sebesar Rp549,99 Miliar atau 2,24 % dari pagu sebesar Rp24,57 Triliun. Mengawali tahun 2026, masih terdapat 97,76% guru yang belum menerima pembayaran TPG per tanggal 31 Januari 2026. Hal ini disebabkan banyaknya guru yang harus melakukan validasi data (Info GTK/Dapodik) guna menghindari Data tidak valid atau beban kerja tidak memenuhi syarat, yang dikhawatirkan dapat menunda pencairan. Meskipun demikian, perubahan skema pembayaran tunjangan profesi guru yaitu pencairan bisa dilakukan bulanan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya di Provinsi Jawa Barat. Adapun rekomendasi penyaluran Januari (1,2 juta guru ASN) telah diajukan oleh Kemendikdasmen sekaligus distribusi melalui sistem data pendidikan nasional.
B. Kondisi Makroekonomi
- Stabilitas Makro Ekonomi Indonesia di awal tahun 2026 tetap terjaga. Di tengah dinamika arus modal, tekanan pasar saham berangsur mereda dan stabilitas rupiah tetap terjaga. Sementara itu pertumbuhan ekonomi cukup tinggi dengan defisit yang rendah.
- Perekonomian Jawa Barat triwulan IV 2025 tumbuh 2,68% (q-to-q) dan 5,85% (y-on-y). PDRB ADHK (yoy) sebesar Rp 474,28 Triliun dan ADHB sebesar Rp786,47 Triliun.
- Inflasi Januari 2026 3,24% (yoy) dengan IHK 110,05. Komoditas yang memberikan andil inflasi: tarif listrik, emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, dan beras.
- Neraca Perdagangan Desember 2025 (yoy) Surplus USD 2,19 M. Total Ekspor USD 3,28 M dan Total Impor USD 1,08 M. Sepanjang tahun 2025, dilihat dari transaksi perdagangan Nonmigas dengan AS menunjukkan surplus mencapai USD 5,95 M.
- NTP turun 1,65% menjadi 115,67, sedangkan NTN naik 3,77% menjadi 118,14.
- Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tetap terjaga kuat dan berkesinambungan, dijaga melalui dukungan kinerja positif berbagai sektor, seiring percepatan belanja negara dan optimalisasi penerimaan guna menjaga ruang fiskal yang sehat dan responsive.
- APBN beserta mesin pertumbuhan yang lain akan terus dioptimalkan peranannya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Berbagai langkah reformasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas APBN, baik dari sisi pendapatan, maupun belanja.
- Reformasi APBN akan terus diperkuat (collecting more, spending better, efficient and sustainable financing) guna memastikan program prioritas berjalan efektif, ruang fiskal tetap terjaga, dan kualitas pengelolaan fiskal semakin optimal.
******************
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat
Gedung Dwi Warna, Jalan Diponegoro Nomor 59, Bandung pada telepon (022) 7207046


