APBN di Wilayah Jawa Barat Tetap Solid, Optimalisasi Penerimaan dan Penguatan Pengawasan Terus Didorong Guna Menjaga Momentum Kinerja Fiskal Serta Stabilitas APBN
Bandung, 17 Maret 2026
A. Perkembangan APBN hingga 31 Januari 2026
- Kinerja pelaksanaan ABPN Regional Jawa Barat s.d. 28 Februari 2026 menunjukkan Total pendapatan Rp21,45 Triliun (11,38% target), mengalami kontraksi 1,84% (yoy). Total belanja Rp19,84 Triliun (19,08% pagu), tumbuh 9,58% (yoy), sehingga mencatatkan Surplus regional sebesar Rp1,61 Triliun.
- Penerimaan pajak hingga 28 Februari 2026 tercapai Rp14,83 T (9,83% dari target), dengan meskipun sedikit namun tetap tumbuh 1,90% dibanding tahun 2025. Pertumbuhan ini terutama didorong pertumbuhan positif pada mayoritas penerimaan pajak kecuali PPh Pasal 22 Impor yang terkontraksi pada sektor Industri Pengolahan karena adanya pemberian fasilitas pembebasan pajak atas impor.
- Penerimaan kepabeanan dan cukai tercapai Rp5,35 Triliun atau 17,32% dari target mengalami perlambatan 11,57% (Rp699,98 M) dibandingkan Februari 2025. Realisasi penerimaan Bea Masuk mencapai minus Rp8,88 Miliar atau (-2,62%) karena adanya restitusi berdasarkan putusan Pengadilan Pajak. Penerimaan cukai mencapai Rp5,36 Triliun atau 17,54% target mengalami kontraksi 10,09% dikontribusi penurunan penerimaan Cukai Hasil Tembakau (HT) sebesar 10,63% (Rp628,71 M).
- Realisasi PNBP sebesar Rp1,28 Triliun atau 18,64 % dari target Rp6,84 Triliun mengalami pertumbuhan sebesar 1,83% (yoy), dengan rincian PNBP Lainnya mencapai Rp559,79 Miliar atau 25,99% terkontraksi sebesar 23,53% (yoy) serta PNBP BLU mencapai Rp716,46 Miliar atau 15,27% tumbuh sebesar 37,45% (yoy).
- Belanja Negara telah terealisasi Rp19,84 Triliun atau 19,08% dari pagu sebesar Rp103,98 Triliun, secara yoy tumbuh 9,58%. Pertumbuhan ini terjadi pada seluruh komponen baik Belanja K/L maupun TKD yang tumbuh positif.
- Belanja K/L sampai dengan 28 Februari 2026 terealisasi sebesar Rp4,14 Triliun atau 9,67% dari pagu. Realisasi Belanja Pegawai mencapai Rp2,87 Triliun atau 12,55% dari pagu, Belanja Barang mencapai Rp1,05 Triliun atau 7,17%, Belanja Modal mencapai Rp212,75 Miliar atau 4,09%, Belanja Sosial mencapai Rp10,97 Miliar atau 14,32%.
- Realisasi TKDD sampai dengan 28 Februari 2026 sebesar Rp15,70 Triliun atau 26,67% dari pagu sebesar Rp61,16 Triliun. Realisasi DBH mencapai Rp193,66 Miliar atau 7,02%, DAU mencapai Rp8,63 Triliun atau 24,08%, dan DAK Non Fisik mencapai Rp6,87 Triliun atau 33,54%, sementara DAK Fisik, Dana Insentif Fiskal dan Dana Desa belum memiliki realisasi.
- Realisasi pembayaran THR dan THR Keagamaan untuk ASN, Anggota TNI Polri sebesar Rp1.301.814.926.519 untuk 194.453 pegawai. Sedangkan realisasi pembayaran THR Pemda mulai dibayarkan tanggal 11 Maret 2026 kepada 375.264 pegawai dengan nominal akumulatif sebesar Rp1.952.889.978.296
B. Kondisi Makroekonomi
- Stabilitas Makro Ekonomi Indonesia di awal tahun 2026 tetap terjaga. Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Menjelang periode Idul Fitri, inflasi relatif tetap terkendali. Pemerintah bersiap melalui kebijakan fiskal untuk menghadapi periode tekanan harga minyak.
- Perekonomian Jawa Barat triwulan IV 2025 tumbuh 2,68% (q-to-q) dan 5,85% (y-on-y). PDRB ADHK (yoy) sebesar Rp 474,28 Triliun dan ADHB sebesar Rp786,47 Triliun.
- Inflasi Februari 2026 4,71% (yoy) dengan IHK 110,94. Komoditas yang memberikan andil inflasi: tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, beras, dan bawang merah.
- Neraca Perdagangan Januari 2026 (yoy) Surplus USD 2,12 Miliar. Total Ekspor USD 3,14 Miliar dan Total Impor USD 1,02 Miliar. Bulan Januari 2026, dilihat dari transaksi perdagangan dengan AS menunjukkan surplus mencapai USD 504,10 Juta.
- NTP tumbuh 1,40% menjadi 117,29, sedangkan NTN naik 0,93% menjadi 119,24.
- Kinerja APBN regional Jawa Barat hingga akhir Februari terjaga solid, didukung penerimaan yang tetap terjaga. Pemerintah terus mendorong optimalisasi penerimaan dan penguatan pengawasan guna menjaga momentum kinerja fiskal serta stabilitas APBN.
- Pengelolaan belanja dan pembiayaan negara dilakukan secara hati-hati dan disiplin untuk menjaga keseimbangan fiskal serta program prioritas tetap berjalan efektif, serta penguatan manajemen kas untuk memastikan likuiditas tetap terjaga sepanjang tahun anggaran.
******************
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat
Gedung Dwi Warna, Jalan Diponegoro Nomor 59, Bandung pada telepon (022) 7207046


