Semarang, 9 Juni 2020

Semarang, Liputan djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jateng/id - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan komitmen Kanwil DJPb Prov Jawa Tengah untuk mengawal Laporan Keuangan Pemerintah yang berkualitas. Dengan media online Kanwil DJPb Jateng pada tanggal 9 Juni 2020 menyelenggarakan Bimtek Telaah LK BLU. Bimtek diikuti oleh penyusun Laporan Keuangan dan operator dari 20 Satuan Kerja yang menerapkan Pola Keuangan BLU di wilayah Jawa Tengah, seluruh pejabat dan pegawai pada Bidang PAPK, Pejabat dan staf pada Bidang PPA I Kanwil DJPb Jawa Tengah. Acara dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 12.15 WIB
Dalam laporannya yang mengawali kegiatan Bimtek Sri Nuryati Kepala Bidang PAPK yang belum genap tiga bulan menduduki Jabatan di Kanwil DJPb Provinsi Jateng menyampaikan bahwa perlu adanya kesamaan pemahaman antara Kanwil DJPb yang melakukan tugas menelaah LK BLU dengan penyusun LK Keuangan BLU terkait dengan ketentuan dan kaidah-kaidah yang harus diikuti dalam menyusun LK.

Sulaimansyah, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jateng dalam sambutan dan arahannya menyampaikan bahwa kondisi pandemi Covid-19 saat ini hendaknya tidak mengurangi ataupun menurunkan semangat maupun produktivitas kerja. ASN wajib menjaga kinerja tetap tinggi, termasuk kinerja penyusunan laporan keuangan. Bimtek telaah laporan keuangan BLU ini akan memberikan tools bagi penyusun LK BLU, dan menjadikan proses telaah dan analisis sebagai early warning dalam menjaga baik keakuratan LK maupun kinerja BLU. Kerjasama, komunikasi dan koordinasi yang selama ini sudah terjalin dengan baik untuk bersama-sama menjaga dan semakin meningkatkan kualitas laporan keuangan agar opini WTP terus dipertahankan.

Dengan dipandu Ifni Khusnul Chotimah Treasury Management Representatif sebagai moderator, Didied Ary Setyanang Kepala Seksi Sistem Akuntansi Bendahara Umum Negara dan Unit Khusus memaparkan secara detil langkah demi langh proses bisnis telaah dan analisis LK BLU. Poin penting Telaah LK BLU yang dilakukan oleh Kanwil DJPb adalah bukan mencari musuh, bukan mencari kesalahan, dan bukan memeriksa ataupun mengawasi. Kanwil DJPb justru menjadi counterpart dan membantu BLU dalam menghasilkan LK yang berkualitas dan mencapai kinerja keuangan yang optimal.
Melalui bimbingan Teknis Telaah dan analisis LK BLU ini setidaknya dapat mendorong satker BLU untuk dapat melakukan telaah secara mandiri dan bisa digunakan sebagai bagian dari pelaksanaan manajemen risiko pada Satker BLU. Peserta yang hadir secara daring tampak antusias mengikuti Bimbingan teknis, hal ini nampak dari diskusi-diskusi menarik yang terjadi setelah paparan disampaikan oleh narasumber. Dan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan Bimtek kepada peserta dilakukan post test.



