Gedung Keuangan Negara I, Jalan Indrapura No. 5, Surabaya, Jawa Timur

Press Release APBN Regional Jawa Timur s.d. 31 Juli 2024

b.i

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN FISKAL REGIONAL JAWA TIMUR”

Surabaya, 15 Agustus 2024, Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d 31 Juli 2024 secara Luring bertempat di Surabaya dan secara daring melalui Ms.Teams mulai pukul 08.00 s.d. selesai yang dihadiri peserta dari Perwakilan Kementerian Keuangan serta media lokal Surabaya.

A. Perkembangan Ekonomi Regional Jawa Timur

  1. Perekonomian Jawa Timur triwulan-ll 2024 konsisten tumbuh sebesar 4,98% (yoy), 2,87% (qtq), atau 4,90% (ctc) menempati posisi kedua setelah DKI Jakarta, namun masih berada dibawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,05%. Didukung konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,74% (yoy) dari sisi pengeluaran dan Industri Pengolahan tumbuh 4,54% (yoy) dari sisi produksi.
  2. Inflasi Jawa Timur terjaga pada kisaran 2,5%+-1%. Inflasi pada bulan Juli 2024 terkendali sebesar 0,04% (mtm), atau 2,13% (yoy). Inflasi yoy dipengaruhi oleh naiknya harga komoditas beras, cabai merah, kopi bubuk, sewa rumah, Sigaret Kretek Mesin, dan Perguruan Tinggi. Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan IHK yaitu informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Seluruh kota IHK (11 kab/kota) mengalami inflasi yoy, di mana inflasi tertinggi terjadi di Sumenep (3,45%), sedangkan terendah di Kota Kediri (1,53%).
  3. Persentase Penduduk Miskin Jawa Timur pada Maret 2024 sebesar 9,79%, menurun 0,56% poin terhadap Maret 2023 yaitu 10,35%. Jumlah penduduk miskin Pada Maret 2024 sebesar 3,983 juta orang, menurun 0,206 juta orang terhadap Maret 2023 yaitu 4.188 juta orang.
  4. Neraca Perdagangan bulan Juni 2024 tercatat defisit US$0,32 miliar, terdiri dari Defisit Sektor Migas sebesar US$ 0,46 miliar, dan surplus Sektor Non Migas sebesar US$0,14 miliar. Ekspor bulan Juni 2024 mencapai US$1,89 miliar, naik 24,61% (yoy), sedangkan turun -10,73% (mtm). Ekspor pada bulan Juni ditopang terutama oleh Ekspor Non Migas sebesar 93,65% dari total Ekspor. Impor bulan Juni 2024 sebesar U $2,22 miliar, naik 1,43% (yoy), sedangkan turun -14,77% (mtm). Impor pada bulan Juni didominasi oleh Impor Non Migas mencapai US$1,63 Miliar.
  5. Pada bulan Juni 2024 kunjungan Wisatawan Mancanegara (wisman) ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda sebanyak 21.652 kunjungan. Kondisi ini mengalami penurunan dibandingkan dengan kondisi pada bulan Mei 2024 (-30.65%). Namun secara yoy, tumbuh 20,12% dibandingkan Juni 2023. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di Jatim (mtm) naik 1,5% pada bulan Juni 2024 yaitu sebesar 55,02. Sedangkan Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLTM) pada Hotel Juni 2024 tercatat 1,45 hari.

B. Perkembangan Realisasi APBN Regional Jawa Timur

Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp143,73 Triliun atau 51,72% dari target sebesar Rp277,9 Triliun. Terdiri dari Penerimaan Perpajakan terealisasi sebesar 51,15% (Rp139,39 Triliun) dari target dan PNBP mencapai 80,31% (Rp4,33T) dari target (Rp5,39 Triliun). Penerimaan Perpajakan disumbang oleh penerimaan Ditjen Pajak sebesar Rp67,86 Triliun (56,3% dari target) dan penerimaan Kepabenan dan Cukai Ditjen Bea Cuakai sebesar 71,54 Triliun (47,07% dari target). Penerimaan Ditjen Pajak didominasi PPN dan PPnBM yang menyumbang penerimaan sebesar 57,48% dan PPH Non Migas sebesar 41,81% Ditjen Pajak.

Realisasi Belanja Negara sampai dengan Juli 2024 telah terserap Rp75,61 Triliun atau 56,60% dari pagu belanja negara di Jawa Timur. Kinerja belanja negara terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp27,95 Triliun atau naik 16,65% yoy dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp47,66 Triliun atau tumbuh sebesar 4,87%.

Surplus APBN di Jawa Timur sampai dengan 31 Juli 2024 sebesar Rp68,11 Triliun.

 

C. Current Issue Kemenkeu Satu Jawa Timur

  1. Reviu Belanja Kementerian Lembaga

a. Belanja Pegawai

Belanja Pegawai tumbuh sebesar 9,63% (yoy) dan 14,20% (yoy) menjadi Rp14,4T ditopang oleh peningkatan realiasi belanja gaji dan tunjangan ASN serta pembayaran THR dan Gaji 13.

b. Belanja Barang

Belanja barang tumbuh sebesar 5,18% (yoy) dan 20,22% (yoy) menjadi Rp10,5T meningkat utamanya pada kegiatan Pelaksanaan dan Pengawasan Pemilu 2024, Pengelolaan BMN Matra laut dan Peningkatan Pelayanan BLU.

c. Belanja Modal

Belanja Modal tumbuh 16,05% menjadi Rp2,8T utamanya pada Pembangunan jalan, jembatan dan prasarana oleh Kementerian PUPR, serta Pengadaan Non Alutsista Matra Laut oleh Kementerian Pertahanan

d. Bantuan Sosial

Belanja Bansos tumbuh 44,68% menjadi Rp72,7M utamanya dipengaruhi oleh tambahan bantuan pendidikan oleh PIP bagi siswa dan KIP Kuliah.

            Dari belanja K/L tersebut beberapa output yang dihasilkan antara lain:

  • Jalan (Rp 956,41 M): Pembangunan Jalan 163 km, Pemeliharaan Jalan 1.484 Km
  • Jembatan (Rp 132,55 M): Pembangunan Jembatan 760 M, Pemeliharaan Jembatan 18.707 M
  • Irigasi (Rp 334,69 M): Irigasi yang dioperasi dan dipelihara 2.123 Km, Irigasi permukaan yang dibangun 50,5 Km, Alat Pipa dan Pompa Irigasi 1.650 Unit
  • Bendungan (Rp 190,80 M): Bendungan Bagong (1 Unit), Pemeliharaan Bendungan (3 Unit)
  • Pendidikan (Rp 308,13 M): PTKI Penerima KIP Kuliah (7.203 siswa), Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) (32 siswa), Program Beasiswa Operasional Sekolah (BOS)  (714 siswa)
  • Embung (Rp 14,15 M): Pemeliharaan Embung (75 Unit)
  • Bandara (Rp 55,17 M): Operasional dan Layanan pada 2 Bandara (UPBU) (Bandara Harun Tohir dan Bandara Turnojoyo)
  • Pelabuhan (Rp 190,55 M): Operasional dan Layanan (6 Pelabuhan KSOP, dan 6 Pelabuhan UPP)
  • Kredit Program untuk UMKM Rp 27,82 T (643.599 Debitur), KUR Rp 27,30 T (519.457 debitur), UMi Rp 0,52 T (124.142 debitur)

 

  1. Reviu Penyaluran TKD
  • Dukungan APBN kepada APBD melalui TKD per 31 Juli 2024 terealisasi sebesar Rp47,66 Triliun (59,27% dari Pagu, tumbuh 4,87% yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh DBH, DAU, Dana Desa, dan Insentif Fiskal.
  • Realisasi DAU naik 17,42% (yoy) menjadi Rp26,3 Triliun disebabkan peningkatan realisasi porsi DAU Block Grant.
  • Realiasi DBH naik 6,09% (yoy) menjadi Rp5,5 Triliun disebabkan oleh naiknya pagu DBH Migas di Jawa Timur TA 2024 di Kabupaten di Bojonegoro.
  • Realisasi Insentif Fiskal naik 62,16% menjadi Rp358,9 Miliar karena sudah terdapat daerah yang melakukan penyaluran Tahap II.
  • Realisasi DAK Fisik mengalami pertumbuhan 6,86% (yoy) menjadi Rp779,9 Miliar disebabkan oleh penyampaian syarat salur lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Realisasi kontrak kegiatan DAK Fisik lebih baik dari tahun sebelumnya yang mengindikasikan proyeksi penyaluran s.d akhir tahun akan lebih baik.
  • Realisasi DAK Non Fisik turun sebesar 28,3% (yoy) menjadi Rp8,2 Triliun karena rekomendasi penyaluran dana baru diterima di akhir Juli 2024, sehingga baru dilakukan penyaluran di awal Agustus 2024.
  • Dana Desa mengalami kenaikan sebesar 19,39% (yoy) menjadi Rp6,4 Triliun karena desa lebih cepat menyampaikan syarat salur, beberapa diantaranya telah salur 100%.
  • Dari penyaluran DAK, beberapa manfaat yang telah dihasilkan antara lain:

a. Bantuan Operasional (BOS) sebesar Rp3,74 Triliun kepada 7,81 Juta siswa 65.300 sekolah

b. Bidang Pertanian: Pembangunan 78 unit Irigasi Air Tanah Dalam Tanaman Pangan 70 Unit Sarana data dan informasi balai penyuluhan pertanian

c. Bidang Perdagangan (Rp160,86 Miliar): Pembangunan 1 unit pasar rakyat tematik wisata

d. Industri Kecil Menengah (Rp38,24 Miliar): Pembangunan/revitalisasi 2 paket sarana produksi

e. Pariwisata (Rp22,63 Miliar): Pembangunan 2 paket Panggung kesenian/ pertunjukan/amphitheater

f. Kelautan dan Perikanan (Rp10,29 Miliar): 12 Paket Mesin kapal penangkap ikan, 33 Paket Sarana dan prasarana budidaya ikan air tawar/komoditas local

e. Jalan (Rp9,90 Miliar): Penggantian Jembatan 3 Km, Penanganan Long Segment 104 Km

f. Sanitasi (Rp26,66 Miliar): Pembangunan IPAL Skala Permukiman 38 SR, Pembangunan Tangki Septik Komunal (5-10 KK) 12 SR

g. Perumahan dan Permukiman (Rp90,25 Miliar): Pembangunan Baru 4 Unit Rumah Swadaya, Rehabilitasi dan Rekonstruksi 1 unit Rumah Swadaya,Peningkatan Kualitas 4 Unit Rumah Swadaya

h. Lingkungan Hidup (Rp82,19 Miliar): Pembangunan 1 unit Bank Sampah Induk (BSI), Penyediaan 2 unit Alat Angkut Sampah, Pembangunan 1 unit rumah kompos

i. Kesehatan dan KB (Rp91,50 Miliar): Pengadaan 67 Paket Alat Kesehatan, Rehab/Kelengkapan 208 Unit Balai Penyuluhan KB

j. Air Minum (Rp71,89 M): Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), untuk 59 SR (Sambungan Rumah)

k. Pendidikan (Rp56,42 Miliar): Pengadaan peralatan TIK 464 Ruang Pembangunan 426 ruang laboratorium komputer, Rehabilitasi 505 ruang kelas beserta perabotnya

 

  1. Penerimaan Negara

Beberapa Isu terkait penerimaan negara di Jawa Timur:

1. Pajak (DJP):

  • Hingga Juli 2024, penerimaan pajak mencapai Rp67,85 Triliun. Pertumbuhan penerimaan pajak 7,75% dengan capaian 56,30% dari target APBN 2024.
  • PPN dan PPnBM sudah menunjukkan tren pertumbuhan positif sejak tahun 2022, sebagai pemulihan aktifitas ekonomi dan berlakunya tarif PPN 11%. Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik pada periode Januari s.d. Juli 2024 dipengaruhi oleh Tren peningkatan harga komoditas; Kenaikan tarif PPN; Penundaan Pembayaran PBB 2023 karena pengajuan pengurangan sanksi administrasi; Kenaikan pada beberapa sektor pajak.

2. Bea Cukai (DJBC):

  • Penerimaan Kepabeanan dan Cukai sebesar Rp71,54 Triliun (47,07% dari target APBN). Cukai terkontraksi sebesar 3,14%, atau sebesar Rp2,19 Triliun (yoy), dampak dari penurunan pemesanan pita cukai HT terutama jenis HT Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebagai jenis HT dengan tarif cukai tertinggi (Golongan I).
  • Penerimaan Bea Masuk tumbuh 8,95% (nilai impor, Jumlah PIB, dan netto tumbuh).
  • Penerimaan bea keluar turun 38,94% karena harga referensi CPO yang masih rendah dan turunnya netto ekspor barang kena BK.
  • Penerimaan cukai terkontraksi 3,14% karena penurunan pemesanan pita cukai terutama HT jenis sigaret kretek mesin (SKM).
  • Selain penerimaan di atas, DJBC Jatim juga memungut pajak rokok Rp6,7 Triliun dan dana sawit Rp415,03 Miliar s.d. 31 Juli 2024.

3. Realisasi PNBP

Realisasi PNBP s.d. 31 Juli 2024 sebesar 4,33 Triliun atau 80,31% dari target tumbuh 6,38% (yoy) terdiri dari

  • PNBP BLU sebesar Rp1,92 Triliun atau 61,94% dari target tumbuh 19,76% (yoy), dan
  • PNBP Lainnya sebesar Rp2,41 Triliun atau 109,79% dari target terkontraksi 2,3% (yoy),

4. Pengelolaan Aset

Dari pengelolaan aset,rRealiasi Lelang, PNBP Pengelolaan BMN dan Piutang Negara s.d. Juli 2024 yang dilaksanakan DJK, diuraikan sebagai berikut:

  • Realisasi pokok lelang Kanwil DJKN Jatim s.d. 31 Juli 2024 mencapai Rp2,65 Triliun atau 61,96%;
  • Realisasi PNBP Lelang sebesar Rp56,74 Miliar atau 50,35% dari target Rp112,7 Miliar;
  • Realisasi PNBP Pengurusan Piutang Negara Rp204,99 Juta atau (95,79%) dari target Rp214 Juta.
  • Realisasi PNBP Aset Rp 68,4 Miliar  atau (56%)  dari target Rp223,83 Miliar.

 

-----------------------------------------------------------------

Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur

Surabaya, 15 Agustus 2024

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

© Hak Cipta Kanwil Direktorat Jenderal Provinsi Jawa Timur Jl. Indrapura No. 5 GKN I - Surabaya 60175 Telp. (031) 3523765, 3525229 Fax. (031) 3558640, 3566201 Email kanwil.djpb.jatim@gmail.com

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal Kanwil DJPb Jawa Timur
Gedung Keuangan Negara I, Jalan Indrapura No.5, Surabaya 60175
Telepon (031) 3523765, 3525229;
Faksimile:(031) 3558640, 3566201

IKUTI KAMI

 

 

PENGADUAN

Search