Gedung Keuangan Negara I, Jalan Indrapura No. 5, Surabaya, Jawa Timur

Press Release APBN Regional Jawa Timur s.d. 31 Oktober 2024

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN FISKAL REGIONAL JAWA TIMUR”

Surabaya, 25 November 2024, Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d 31 Oktober 2024 secara Luring bertempat di Surabaya dan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 13.00 s.d. selesai yang dihadiri peserta dari Perwakilan Kementerian Keuangan serta media lokal Surabaya.

A. Perkembangan Ekonomi Regional Jawa Timur

  1. Perekonomian Jawa Timur tetap tumbuh di TW III-2024 sebesar 4,91% (yoy), terutama didorong oleh kenaikan permintaan eksternal yang tercermin oleh kinerja ekspor yang lebih tinggi. Dari sisi penawaran, kinerja Industri Pengolahan masih menjadi penopang utama pertumbuhan. Jawa Timur menjadi kontributor kedua terbesar ekonomi Nasional dan Pulau Jawa.
  2. Inflasi Jawa Timur bulan Oktober 2024 tercatat 0,15% (mtm), setelah dua bulan sebelumnya bertururt-turut mengalami deflasi. Secara tahunan, inflasi Jawa Timur sebesar 1,66% (yoy), utamanya dipicu oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,12% terhadap inflasi umum.
  3. Kegiatan perdagangan internasional Jawa Timur per bulan September 2024 mengalami kenaikan pada ekspor sebesar 14,95% (yoy) menjadi USD 2,16 Miliar. Sedangkan impor turun sebesar 6,56% (yoy).
  4. Realisasi KUR per 31 Oktober 2024 sebesar Rp40,42 Triliun untuk 781.632 debitur, sedangkan UMi sebesar Rp642,51 Miliar untuk 149.031 debitur.

 B. Perkembangan Realisasi APBN Regional Jawa Timur

Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp211,64 Triliun atau 73,58% dari target sebesar Rp287,6 Triliun. Terdiri dari Penerimaan Perpajakan terealisasi sebesar 72,62% (Rp204,88 Triliun) dari target dan PNBP mencapai 122,63% (Rp6,75 Triliun) dari target (Rp5,5 Triliun). Penerimaan Perpajakan disumbang oleh penerimaan Ditjen Pajak sebesar Rp96,96 Triliun (74,51% dari target) dan penerimaan Kepabenan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar 107,93 Triliun (71,01% dari target).

Realisasi Belanja Negara sampai dengan Oktober 2024 telah terserap Rp111,12 Triliun atau 81,31% dari pagu belanja negara di Jawa Timur. Kinerja belanja negara terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp40,33 Triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp70,79 Triliun.

Surplus APBN di Jawa Timur sampai dengan 31 Oktober 2024 sebesar Rp100,5 Triliun.

 C. Kinerja APBN Jawa Timur

  1. Penerimaan Negara

Beberapa Isu terkait penerimaan negara di Jawa Timur:

a. Pajak (DJP):

  • Hingga Oktober 2024, Penerimaan Pajak mencapai Rp96,96 T, pertumbuhan penerimaan pajak 7,79% dengan capaian 74,51% dari target APBN 2024.
  • PPN dan PPnBM sudah menunjukkan tren pertumbuhan positif sejak tahun 2022, sebagai pemulihan aktifitas ekonomi. Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik pada periode Januari s.d. Oktober 2024 dipengaruhi oleh Tren peningkatan harga komoditas; Kenaikan tarif PPN; Penundaan Pembayaran PBB 2023 karena pengajuan pengurangan sanksi administrasi; Kenaikan pada beberapa sektor pajak.

b. Bea Cukai (DJBC):

  • Penerimaan kepabeanan dan cukai terealisasi sebesar Rp107,93 T (71,01% dari target APBN, tumbuh 2,21% yoy) didorong pertumbuhan penerimaan Bea Masuk dan Cukai.
  • Penerimaan Cukai terealiasi sebesar Rp102,33 Triliun tumbuh 1,77% (yoy).
  • Penerimaan bea masuk tumbuh 12,2%  karena adanya peningkatan ilia mpor dan kenaikan tarif efektif bulan Oktober, serta penguatan nilai tukar USD terhadap rupiah.
  • Penerimaan bea keluar sebesar Rp99,24 M atau terkontraksi 28,3% (yoy), dipengaruhi oleh harga referensi CPO yang masih rendah dan turunnya netto ekspor barang kena Bea Keluar.
  • Selain penerimaan diatas, DJBC Jatim juga memungut pajak rokok Rp10,1 Triliun dan dana sawit Rp597 Miliar s.d. 31 Oktober 2024.

c. Realisasi PNBP

Realisasi PNBP s.d. 31 Oktober 2024 sebesar Rp6,75 Triliun atau 122,63% dari target, terdiri dari:

  • PNBP BLU sebesar Rp3,34 Triliun atau 107,47% dari target, dan
  • PNBP Lainnya sebesar Rp3,4 Triliun atau 142,35% dari target.

d. Pengelolaan Aset

Dari pengelolaan aset, Realisasi Lelang, PNBP Pengelolaan BMN dan Piutang Negara s.d. Oktober 2024 yang dilaksanakan DJKN, diuraikan sebagai berikut:

  • Realisasi pokok lelang Kanwil DJKN Jatim s.d. 31 Oktober 2024 mencapai Rp4,13 Triliun atau 96,55% dari target;
  • Realisasi PNBP Lelang sebesar Rp94,87 Miliar atau 84,18% dari target Rp112,7 Miliar;
  • Realisasi PNBP Pengurusan Piutang Negara Rp391,37 Juta atau 182,88% dari target Rp214 Juta;
  • Realisasi PNBP Aset Rp138 Miliar atau 124,43%  dari target Rp110,91 Miliar.

 

  1. Belanja Kementerian Lembaga

1) Belanja Pegawai

Belanja Pegawai terealisasi Rp19,86 Triliun dipengaruhi a.l pembayaran THR dan Gaji 13 ASN/TNI/Polri serta Gaji dan Tunjangan PPPK dan Non PNS.

2) Belanja Barang

Belanja Barang terealisasi Rp15,34 Triliun, realisasi belanja barang meningkat a.l. untuk Pengendalian Kerawanan Pangan dan Pemantapan Kewaspadaan Pangan dan Gizi, serta pelaksanaan Pilkada 2024. Pemanfaatan belanja barang digunakan antara lain untuk Pemeliharaan kapal laut, embung, jalan, jembatan, untuk bantuan pemerintah seperti bantuan pangan, irigasi perpompaan, bantuan hewan, dan asrama mahasiswa, serta untuk layanan seperti pembuatan paspor, pengukuran bidang tanah, dan layanan nikah.

3) Belanja Modal

Belanja Modal terealisasi Rp5,02 Triliun ditopang oleh meningkatnya belanja infrastruktur baik untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan maupun Pembangunan Sarana Prasarana Umum. Pemanfaatan belanja modal digunakan antara lain untuk pembangunan jalan, jembatan, irigasi, serta penyediaan akses rumah layak huni, prasarana pendidikan (gedung universitas), dan prasarana kesehatan.

4) Bantuan Sosial

Belanja Bantuan Sosial terealisasi Rp114,8 Miliar, peningkatan realisasi bansos (yoy) utamanya dipengaruhi peningkatan penerima manfaat. Pemanfaatan bansos antara lain untuk KIP kuliah untuk 11.031 mahasiswa.

 

  1. Transfer Ke Daerah
  • Dukungan APBN kepada APBD melalui TKD per 31 Oktober 2024 terealisasi sebesar Rp70,79 Triliun (87,40% dari Pagu, tumbuh 8,62% yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh DAU dan DAK Non Fisik.
  • Realisasi DAU naik 9,85% (yoy) menjadi Rp37,29 Triliun. Prioritas DAU Specific Grant pada bidang pendidikan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dasar pendidikan terutama pada penyediaan sarana prasarana pendidikan. Penerima terbanyak di Jawa Timur dari kabupaten dan kota adalah Kab Malang, Kab Jember dan Kab Banyuwangi.
  • Realiasi DBH terkontraksi 13,21% (yoy) menjadi Rp8,2 Triliun. DBH Jawa Timur terbesar dari sektor migas yang terbesar diterima oleh Kab Bojonegoro. Penggunaan DBH, penggunaan DBH mayoritas untuk peningkatan layanan publik di daerah.
  • Realisasi Insentif Fiskal naik 67,98% menjadi Rp695,45 Miliar, difokuskan untuk peningkatan efisiensi anggaran daerah, pengendalian inflasi, pembangunan infrastruktur, dukungan sosial. Kab/kota penerima IF terbanyak adalah Kab Mojokerto, Kota Madiun dan Kab Lamongan.
  • Realisasi DAK Fisik mengalami pertumbuhan 17,39% (yoy) menjadi Rp2,5 Triliun, DAK Fisik Jawa Timur mayoritas digunakan untuk sektor pendidikan, infrastruktur dan air minum dengan jumlah kontrak terbesar diantara kabupaten/kota adalah pada Kab Sumenep. Kab Lamongan dan kemudian Kab Tuban.
  • Realisasi DAK Non Fisik naik sebesar 16,76% (yoy) menjadi Rp14,04 Triliun. Alokasi terbesar DAK Non Fisik Jawa Timur pada bidang pendidikan, dan Tunjangan Profesi Guru dan kemudian kesehatan. Diantara kabupaten/kota, penerima DAK Non Fisik terbanyak adalah Kota Surabaya, Kab Malang, Kab Jember.
  • Dana Desa mengalami kenaikan sebesar 13,20% (yoy) menjadi Rp8,06 Triliun. Penggunaan Dana Desa mayoritas untuk pelaksanaan pembangunan desa berupa pembangunan, rehabilitasi ataupun pemeliharaan sarpras desa. Penerima Dana desa terbesar di Provinsi Jawa Timur tiga diantaranya adalah Kab Malang, Kab Lamongan, Kab Bojonegoro.
  • Dari penyaluran Transfer ke Daerah, beberapa manfaat yang telah dihasilkan antara lain:
  1. Jalan Rp740,57 M: Penanganan Long Segment, Penggantian Jembatan
  2. Irigasi Rp135,30 M: Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi
  3. Air Minum Rp243,61 M: Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air, Jaringan Distribusi sambungan rumah
  4. Pertanian Rp217,43 M: Pembangunan Irigasi Air Tanah, Pembangunan Sumber-sumber Air, Laboratorium Benih
  5. Industri Kecil dan Menengah Rp 18,5 M: Pembangunan/ Revitalisasi Sarana Produksi
  6. Pariwisata Rp19,33 M: Fasilitas Rekreasi Penunjang Kegiatan Wisata, Panggung Kesenian/Pertunjukan/ Amphiteater
  7. Pendidikan Rp1,06 T: Pembangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten/ Kota, Pembangunan dan Rehabilitasi Sekolah, Pengadaan Peralatan Praktik
  8. Kesehatan dan KB Rp587,81 M: Pengadaan Ambulan PSC 119, Pembangunan Balai Penyuluhan KB, Pengadaan Alat Kesehatan
  9. Sanitasi Rp285,04 M: Pembangunan IPAL Skala Permukiman, Pembangunan Tangki Septik Komunal, Pembangunan/ Peningkatan/ Rehabilitasi IPLT
  10. Lingkungan Hidup Rp6,43 M: Penyediaan Alat Angkut Sampah, Pembangunan Bank Sampah Induk, Pengadaan Kontainer Sampah
  11. Kelautan dan Perikanan Rp43,9 M: Penyediaan sarana dan peralatan produksi, Pengadaan Perahu/Kapal Penangkapan Ikan, Rehabilitasi Pasar Ikan

-----------------------------------------------------------------

Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur

Surabaya, 25 November 2024

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

© Hak Cipta Kanwil Direktorat Jenderal Provinsi Jawa Timur Jl. Indrapura No. 5 GKN I - Surabaya 60175 Telp. (031) 3523765, 3525229 Fax. (031) 3558640, 3566201 Email kanwil.djpb.jatim@gmail.com

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal Kanwil DJPb Jawa Timur
Gedung Keuangan Negara I, Jalan Indrapura No.5, Surabaya 60175
Telepon (031) 3523765, 3525229;
Faksimile:(031) 3558640, 3566201

IKUTI KAMI

 

 

PENGADUAN

Search