Jalan KS Tubun No. 36 Pontianak

Forum Komite Sinergi Keuangan Daerah, Penguatan Kapasitas Fiskal dan Ekonomi Kalimantan Barat

 

Perekonomian global saat ini dihadapkan pada tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi pasca penutupan Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia serta meningkatkan tekanan aliran modal keluar (capital outflow) dari negara berkembang (emerging markets), sehingga berpotensi meningkatkan risiko terhadap stabilitas dan kinerja perekonomian domestik.

Di tingkat regional, kinerja perekonomian dan tingkat inflasi secara umum masih terjaga dengan baik. Namun demikian, peningkatan risiko global ke depan tetap perlu diwaspadai, terutama di tengah ruang fiskal daerah yang semakin terbatas sehingga menuntut pengelolaan fiskal yang lebih adaptif, prudent, dan berorientasi pada penguatan daya tahan ekonomi daerah.

Sebagai respon atas hal tersebut, Komite Sinergi Keuangan Daerah (SIKADA) yang terdiri atas Kemenkeu Satu, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan di Kalimantan Barat menyelenggarakan Forum Regional Chief Economist x SIKADA Provinsi Kalimantan Barat dengan tema “Penguatan Kapasitas Fiskal dan Ekonomi Kalimantan Barat”. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, para Kepala Kanwil di Kemenkeu Satu, Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, unsur pemerintah daerah, perbankan, akademisi, serta instansi vertikal terkait, yang dibuka secara resmi melalui penyampaian keynote speech oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Sekda Kalbar menekankan bahwa ditengah dinamika perekonomian nasional dan regional yang sedang menghadapi tekanan, penting bagi seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam menjaga sustainability pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

Forum tersebut secara intensif membahas berbagai isu strategis terkait tantangan perekonomian regional terkini, yang mencakup kualitas pertumbuhan ekonomi, risiko tekanan inflasi, capaian realisasi serta risiko fiskal daerah, hingga kondisi stabilitas sistem keuangan di daerah. Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi kebijakan dan kewaspadaan bersama guna menjaga ketahanan ekonomi regional di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Forum SIKADA merumuskan 10 (sepuluh) rekomendasi strategis untuk memperkuat resiliensi Kalimantan Barat dalam menghadapi risiko perekonomian kedepan, yang meliputi: (i) peningkatan trickle-down effect sektor pertambangan dan industri sawit, (ii) mengoptimalkan PAD melalui peningkatan digitalisasi pada sumber eksisting tanpa memberikan tambahan beban kepada masyarakat, (iii) mendorong UMKM berorientasi ekspor di tengah perlambatan pasar domestik, (iv) mengoptimalkan pendapatan fiskal melalui penguatan daftar sasaran pengawasan bersama, mendorong perusahaan CPO untuk mencatatkan transaksi ekspor di Kalbar, pemanfaatan idle assets d.r. peningkatan PNBP, (v) memperkuat sinkronisasi antara K/L dan Pemda sehingga belanja daerah lebih selaras, tepat sasaran dan tidak terfragmentasi, (vi) modernisasi pengelolaan kas daerah, (vii) peningkatan pembiayaan ekonomi produktif pada Bank Kalbar, (ix) peningkatan literasi keuangan d.r. meminimalisir kasus investasi ilegal dan pinjaman online ilegal, dan (x) mengoptimalkan Kemenkeu Learning Center untuk mendukung peningkatan SDM daerah.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

 

 

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 
   

 

Search