SP-4/WPB.21/2026
Tanjung Selor, 5 Mei 2026 – Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Utara telah melaksanakan Rapat ALCo Regional Tingkat Deputies dan dilanjutkan dengan Rapat ALCo Tingkat Pimpinan pada 17 dan 21 April 2026. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan seluruh Deputies dan Pimpinan kantor vertikal Kementerian Keuangan wilayah Kalimantan Timur dan Utara yang membahas isu strategis serta pelaksanaan anggaran di Provinsi Kalimantan Utara.
Realisasi APBN di Provinsi Kalimantan Utara sampai dengan Maret 2026 mencatatkan Pendapatan Negara sebesar Rp85,82 miliar yang mengalami kontraksi 80,67% (yoy) yang dipengaruhi oleh tingginya restitusi pajak, khususnya restitusi PPN dalam negeri. Sementara itu, Belanja Negara terealisasi sebesar Rp2,54 triliun atau 26,41% dari pagu dan tumbuh 1,30% (yoy), sehingga terjadi defisit sebesar Rp2,45 triliun.
Penerimaan Pajak Dalam Negeri memiliki capaian sebesar negatif Rp3,04 miliar (terkontraksi 100,86%) dengan kontribusi terbesar berasal dari Pajak Penghasilan Nonmigas sebesar Rp185,33 miliar. Kontraksi ini disebabkan oleh realisasi restitusi pajak yang cukup besar, menyebabkan realisasi PPN menjadi negatif Rp274,55 miliar. Di sisi lain, realisasi PNBP mencapai Rp84,32 miliar (34,13% dari target) yang tumbuh 4,53% (yoy), sedangkan penerimaan kepabeanan dan cukai terealisasi sebesar Rp4,54 miliar yang terkontraksi 60,73% (yoy).
Dari sisi belanja, realisasi Belanja Pemerintah Pusat tercapai sebesar Rp688,31 miliar, tumbuh 38,75% (yoy) yang didorong oleh akselerasi belanja modal pada awal tahun. Sementara itu, Transfer ke Daerah telah tersalurkan sebesar Rp1,85 triliun atau 29,28% dari pagu, yang mengalami penurunan 7,95% (yoy) akibat berkurangnya alokasi DBH.
Dalam konteks anggaran daerah, realisasi Pendapatan Daerah mencapai Rp1,54 triliun (17,04% dari target), sedangkan Belanja Daerah sebesar Rp1,29 triliun (12,18% dari pagu), sehingga mencatatkan surplus sebesar Rp255,93 miliar. Pendapatan daerah masih didominasi oleh Transfer Pemerintah Pusat dengan kontribusi sebesar 86,44%, menunjukkan ketergantungan fiskal daerah yang masih cukup tinggi.
Dari sisi makro ekonomi, perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 tumbuh 4,56% (ctc) dan pada Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 3,12% (yoy). Neraca perdagangan Februari 2026 mencatat surplus sebesar US$113,49 juta, menunjukkan kinerja sektor eksternal yang tetap positif.
Adapun isu strategis yang menjadi perhatian pada periode ini adalah terkait dengan perkembangan program Makan Bergizi Gratis. Sampai dengan 13 April 2026, program ini telah menyentuh 118.137 penerima manfaat atau 57,31% dari target. Sementara itu, terdapat 52 SPPG di Kalimantan Utara untuk mendukung program ini. Berdasarkan wilayahnya, penerima manfaat MBG terbanyak berada di Kota Tarakan, sedangkan penerima manfaat yang paling sedikit berada di Kab. Tana Tidung.
Informasi lebih lanjut hubungi:
KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
JALAN SUTOYO NO 1, TANJUNG SELOR, KALIMANTAN UTARA
TELEPON : 0552-2034598 Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



