Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara selaku Perwakilan Kementerian Keuangan di Wilayah Provinsi Maluku Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Jum’at (1/6).
Pancasila yang lahir dari rumusan Pancasila yang dipidatokan oleh Sukarno pada 1 Juni 1945, hingga rumusan final disahkan 18 Agustus 1945.
Meskipun dalam suasana bulan ramadhan dan diiringi hujan, tidak menyurutkan semangat pejabat/pegawai untuk mengadakan upacara bendera di Aula Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara. Upacara dihadiri seluruh Kantor Kemenkeu di Ternate yaitu Kanwil Perbendaharaan, Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea Cukai, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Ternate.
Peringatan hari lahir Pancasila bertema “Kita Pancasila: Bersatu, Berbagi, Berprestasi”. Dalam kesempatan itu pembina upacara, Kepala Kanwil DJPb, Edward Nainggolan membacakan sambutan Menteri Keuangan. “Pancasila membuat bangsa ini bersatu. Kemajemukan warga negara ,membuat kita bersepakat untuk bersatu, bergotong royong, dan bahu membahu mewujudkan cita-cita bangsa”.
Menkeu menyampaikan kita sebagai bangsa harus mampu menjadikan bangsa ini unggul berprestasi dengan menggali, mengolah, dan memanfaatkan kekayaan data yang kita miliki. Dunia saat ini tidak lagi dikuasai oleh mereka yang mempunyai kekayaan alam, tapi dunia ini ada dalam genggaman mereka yang mempunyai data dan mampu memanfaatkan data tersebut untuk kepentingan negaranya. Kemenkeu sebagai pusat data keuangan, harus mampu meramu data ini menjadi instrumen APBN untuk mencapai cita-cita bangsa. Prestasi juga dapat diraih dalam segala bidang termasuk olahraga. Pada Agustus 2018 nanti, Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan multievent olahraga Asian Games. Sebanyak 45 negara akan berpartisipasi dalam ajang tersebut. Kesempatan bagi Indonesia menunjukkan keunggulannya di tingkat Asia.
Sebagai bentuk pengamalan pancasila, masyarakat harus mampu berbagi dalam hal-hal positif, motivatif dan inspiratif. Di era digital ini, aparatur negara harus semakin meningkatkan kemampuan diri dalam berpikir jernih dan kritis. Bukan gagap maupun apatis terhadap arus informasi yang terbuka lebar. Sebaliknya, aparatur negara harus mampu memanfaatkan era ini dengan baik dan bijaksana.
Di akhir sambutannya, Menkeu berharap agar jajarannya mendorong untuk menguatkan simpul-simpul persatuan dalam keberagaman, menggalang semangat berbagi, dan bekerja sama melintasi batas-batas identitas dan golongan. Menghidupkan kembali semangat persatuan, gotong royong, dan keberagaman yang saling menguatkan satu sama lain.
kontributor: Bramiana Cahya



