Tobelo, Bertempat di Lapangan Upacara Do’omu Matau Kawasan Pemerintahan, Bupati Halmahera Utara Frans Manery, melakukan pencanangan secara resmi RSUD Tobelo sebagai BLUD (31/05).
Disaat bersamaan, dilakukan juga pencanangan mall pelayanan publik pertama di Maluku Utara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Halmahera Utara yang ke-15.
Acara didahului oleh rapat paripurna istimewa terbuka yang turut dihadiri oleh jajaran forkompinda, termasuk para mantan pejabat bupati dan wakil bupati Kabupaten Halmahera Utara serta sejumlah tamu undangan dari luar daerah.
Dalam sambutan tertulisnya, Frans Manery berharap bahwa peningkatan eksistensi RSUD menjadi BLUD dapat memberikan layanan yang lebih ramah (hospitality), nyaman, serta menjadi institusi yang mandiri.
Keberadaan RSUD Tobelo yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) BLUD, merupakan wujud sinergitas dan komitmen yang kuat antara Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara sebagai inisiator, bersama pihak Pemda Halmahera Utara dan RSUD Tobelo. Tujuan utamanya tidak lain untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Halmahera Utara.
Dengan fleksibilitas keuangan yang dimiliki, RSUD yang menerapkan pola BLUD diberikan keleluasaan untuk mengelola keuangannya dan dapat meminimalisasi kendala birokrasi terkait anggaran. Fleksibilitas pengelolaan keuangan BLUD merupakan pengecualian dari asas universalitas yang dianut oleh APBN/APBD dan tidak dimiliki oleh Kementerian/Lembaga atau SKPD. Nantinya RSUD Tobelo dapat memungut biaya kepada masyarakat sebagai imbalan atas jasa layanan kesehatan yang diberikan. Selanjutnya dapat langsung menggunakan setiap pendapatannya tanpa menyetor terlebih dahulu ke kas daerah.
RSUD Tobelo menjadi rumah sakit daerah ketiga di Maluku Utara setelah RSUD Jailolo dan RSUD Tidore, yang menerapkan PPK-BLUD dengan status BLUD Penuh. Program ini menjadi salah satu inisiatif strategis Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku sebagai wujud bakti yang nyata bagi masyarakat Maluku Utara. Oleh karenanya, program ini akan terus menyasar sejumlah daerah yang telah memiliki rumah sakit tapi belum berstatus BLUD. Tentunya harus dibarengi juga oleh tekad dan komitmen serius pemda setempat dalam membenahi layanan kesehatan untuk masyarakat banyak.
kontributor : Yonas Kusuma M.



