Ternate – Untuk meningkatkan layanan RS melalui BLUD, Direktur RSUD Maba, dr. Dwi Handoko Sp.P, mengunjungi Kanwil DJPb Maluku Utara di Ternate (Kamis 2/8).
Disambut Kakanwil DJPb Malut, Handoko menyampaikan tujuan kedatanyannya adalah untuk berkonsultasi mengenai pengelolaan keuangan BLUD. Kakanwil DJPb Malut, Edward Nainggolan, menyambut baik rencana peningkatan layanan di RSUD Maba melalui pengelolaan BLUD.
Handoko memaparkan kondisi terkini RSUD Maba yang masih memiliki berbagai keterbatasan dalam melayani masyarakat Haltim di bidang kesehatan. Pria yang berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit paru tersebut mengaku tingkat kunjungan pasien ke RSUD Maba masih rendah. “Faktor geografis menjadi penyebab rendahnya kunjungan pasien ke RS kami” terangnya.
Beberapa kendala yang disampaikan pihak Rumah Sakit Weda, menurut Edward dapat diatasi dengan catatan adanya dukungan dari seluruh stakeholder, terutama Pemerintah Daerah. “Kunci utama penetapan BLUD ada pada Kepala Daerah dan Direktur Rumah Sakit. Konsep BLUD adalah enterprising the government, artinya pimpinan RSUD harus mempunyai jiwa wirausaha dalam mengembangkan RSUD, dan tentu pimpinan daerah perlu mendukungnya” ujar Edward. Dirinya menambahkan sebelum ditetapkan menjadi BLUD, RSUD Maba saat ini sudah harus memenuhi persyaratan subtantif dan persyaratan teknis. “Setelah itu, RSUD Maba harus menyiapkan dokumen persyaratan administratif, akan kami bantu” lanjutnya.
Agar pengelolaan persyaratan administratif tersebut dapat segera dipenuhi, Edward meminta RSUD Maba untuk segera membentuk kelompok kerja. Setidaknya, ada dua Pokja yang harus segera dibentuk meliputi pokja penyusunan tata kelola rumah sakit dan pokja penyusunan rencana strategi bisnis rumah sakit. Pokja tersebut nantinya yang akan bertanggung jawab terhadap penyelesaian persyaratan administratif. Diharapkan pada tahun ini, RSUD Maba dapat menyusul RSUD lain di Maluku Utara yang terlebih dahulu telah ditetapkan sebagai BLUD.



