Soasio - Sejak ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Soasio Kota Tidore Kepulauan dituntut untuk dapat meningkatkan kinerjanya. Sejalan dengan itu, RSUD Soasio menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan keuangan BLUD di ruang rapat RS (30/10). Kegiatan Bimtek rencananya dilaksanakan hingga Jumat (2/11) dengan melibatkan Kanwil DJPb dan praktisi Rumah Sakit sebagai pemateri.
Dalam sambutannya, Direktur RS Soasio, dr. Rusni Abdullah, menyampaikan bahwa bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pengelolaan keuangan BLUD kepada pegawai RS. ”Penerapan BLUD di RSUD Soasio menunjukkan komitmen kami untuk meningkatkan kinerja” ungkapnya. Dirinya berharap kompetensi jajarannya dalam mengelola rumah sakit, terutama pengelolaan keuangan BLUD, akan semakin meningkat setelah mengikuti bimtek. “Salah satu materi bimtek ini dalah penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA). Diharapkan setelah kegiatan ini selesai, kami sudah dapat mengajukan RBA kepada BPKAD untuk dibahas dalam pembahasan APBD 2019” lanjutnya.
Turut hadir dalam kegiatan bimtek tersebut Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara, Edward Nainggolan. Edward, yang juga ahli BLUD, menyampaikan materi tentang konsep dasar pengelolaan keuangan dan pelaporan keuangan BLUD. Sebelum menyampaikan materi, Edward menyampaikan bahwa pihaknya akan senantiasa membimbing RSUD Soasio dalam menerapkan pola keuangan BLUD. “Kami telah membantu proses penetapan BLUD pada RSUD Soasio. Kami berkomitmen untuk selalu membimbing RSUD Soasio, sehingga pengelolaan keuangan dan pelaporannya dapat dilaksanakan dengan benar” ujar Edward.
Dalam paparannya terkait konsep dasar BLUD, Edward mengungkapkan bahwa konsep BLUD merupakan implementasi dari kaidah manajemen keuangan negara orientasi pada hasil (Performance Based), Profesionalitas, Akuntabilitas dan Transparansi. Lebih lanjut Edward memaparkan bahwa BLUD diterapkan unit-unit khusus yang memberikan layanan kepada masyarakat agar kinerja layanannya berkualitas. “Untuk mencapai standar kinerja layanan yang berkualitas, diberikan berbagai fleksibilitas pengelolaan keuangan BLUD” ungkapnya. Selanjutnya Edward menjelaskan fleksibilitas yang dimiliki BLUD meliputi fleksibilitas untuk Pengelolaan Pendapapatan dan Belanja, Pengelolaan Kas, Pengelolaan Utang dan Piutang, Investasi, Pengadaan Barang dan Jasa, rekrutmen SDM non PNS dan lainnya. “Materi teknis lebih lanjut meliputi Penganggaran, Penyusunan RBA, Pelaporan Keuangan selama beberapa hari ke depan akan disampaikan oleh Tim Kanwil DJPb Malut” pungkasnya.



