Kepala Kanwil DJPb Maluku Utara, Edward Nainggolan didampingi oleh Kepala Seksi Pembinaan Keuangan Daerah melakukan kunjungan ke Gubernur Maluku Utara (19/11). Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas tentang penyaluran Dana BOS dan DAK Fisik di Maluku Utara. Pada tahun 2018, Penyaluran Dana BOS sebesar 281,1 miliar dari Provinsi ke sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP sampai SMA/SMK (negeri dan swasta) selalu terlambat. Bahkan untuk triwulan III baru disalurkan pada tanggal 8 November 2018 yang seharusnya bulan Juli. Sedangkan triwulan IV sampai sekarang belum disalurkan yang seharusnya bulan Oktober. Hal ini mengakibatkan banyak sekolah terutama SMA/SMK di Malut yang mengalami kesulitan keuangan untuk mendanai kegiatan operasional sekolah yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar di sekolah.
Jadwal Penyaluran Dana BOS dan Realisasinya
|
Periode |
Pagu (Rp) |
Realisasi (Rp) |
% |
Realisasi Penyaluran |
||
|
Target Sesuai Ketentuan |
Penyaluran ke Sekolah |
Keterlambatan |
||||
|
Triwulan I (20%) |
56.228.240.000 |
56.228.240.000 |
20% |
Januari 2018 |
April 2018 |
3 bulan |
|
Triwulan II (40%) |
112.456.480.000 |
109.756.895.000 |
39,04% |
April 2018 |
Juli 2018 |
3 bulan |
|
Triwulan III (20%) |
56.228.240.000 |
52.783.170.000 |
18,77% |
Juli 2018 |
November 2018 |
4 bulan |
|
Triwulan IV (20%) |
56.228.240.000 |
- |
0% |
Oktober 2018 |
Belum Disalurkan |
- |
|
Total |
281.141.200.000 |
218.768.305.000 |
77,81% |
|
|
|
Edward mengatakan bahwa keterlambatan penyaluran Dana BOS sangat berdampak pada kondisi keuangan di sekolah. “Operasional sekolah sangat bergantung pada Dana BOS, keterlambatan penyaluran Dana BOS mengakibatkan sekolah terutama SMA/SMK melakukan pinjaman untuk mendanai operasional sekolah yang pada akhirnya membebani sekolah. Disamping itu gaji untuk guru honorer juga tidak dapat dibayarkan berbulan-bulan” ungkap Edward. Selain itu Kakanwil juga mengharapkan agar penyaluran Dana BOS segera dievaluasi sehingga tidak terjadi lagi keterlambatan di tahun 2019.
Selain membahas terkait Dana BOS, Edward juga mengingatkan agar seluruh SKPD yang mendapatkan DAK Fisik dapat segera melengkapi persyaratan penyaluran ke KPPN karena jika terlambat maka sisa dana yang belum terealisasi akan menjadi beban keuangan Pemprov. Sedangkan batas waktu penyampaian persyaratan ke KPPN adalah tanggal 17 Desember atau kurang dari satu bulan. Sampai dengan 15 November 2018, masih ada sekitar 20% DAK Fisik Provinsi Malut yang belum terealisasi atau sebesar 67 miliar dari total 307 miliar.
Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK) mengapresiasi atas kunjungan Kakanwil dan mengatakan akan segera melakukan evaluasi terhadap penyaluran Dana BOS dan memonitor penyaluran DAK Fisik. “Hari ini saya akan membicarakan dengan SKPD terkait jangan sampai terjadi lagi keterlambatan” ungkap AGK. Beliau mengharapkan agar Kanwil DJPb terus bersinergi dengan Pemprov Malut dalam pelaksanaan APBN di Maluku Utara.



