“Saya adalah menteri pelayanan. Saya menjadi ketua dari Anda semua untuk bisa melayani negara ini, republik ini, untuk melayani rakyat kita. Kita lakukan itu bukan karena terpaksa, tapi because you love this country so much," (Sri Mulyani)
Kalimat Ibu Menteri Keuangan diatas menunjukkan komitmen pucuk pimpinan Kementerian Keuangan untuk selalu membaktikan seluruh pikiran, waktu bahkan tenaga untuk melayani yang terbaik kepada negara dan masyarakat. Tidak hanya komitmen pucuk pimpinan, seluruh jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku Utara terus berusaha mewujudkan nilai-nilai pelayanan dalam pelaksanaan tugasnya. Hal tersebut melatarbelakangi diadakannya pelatihan Service Excellent kepada seluruh pejabat/pegawai Kanwil DJPb Maluku Utara pada Rabu (27/02) bertempat di Aula Kanwil. Pelatihan yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan Kanwil DJPb kepada stakeholder dengan mengundang narasumber dari Bank Mandiri Cabang Ternate.
I Ketut Oka Widiasa selaku Pelaksana Tugas Kakanwil DJPb Maluku Utara dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun ini Kanwil DJPb Maluku Utara memiliki program prioritas yaitu pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi/ Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM). Untuk mengikuti program tersebut maka kualitas layanan yang dimiliki harus terus ditingkatkan, karena salah satu parameter penilaian adalah kepuasan pengguna layanan. “Untuk itu, salah satu upaya yang terus dilakukan adalah secara berkala memberikan pelatihan kepada seluruh pegawai termasuk petugas front office dan petugas keamanan sebagai jajaran terdepan dalam melayani stakeholder” terang Oka.
Semangat Kanwil DJPb dalam meningkatkan kualitas layanan mendapat dukungan dari Kusumo Wibowo selaku pimpinan Bank Mandiri Cabang Ternate yang menyempatkan hadir bersama tim untuk berbagi pengalaman. Tampil sebagai narasumber, Chrestien Solagratia atau akrab disapa Grace selaku Service quality officer Bank Mandiri. “Customer merupakan bagian dari bisnis sehingga harus diperhatikan, termasuk juga pada institusi publik seperti Kanwil DJPb” terang Grace. Disinggung pula bahwa customer tidak hanya dari eksternal namun juga internal, itu sebabnya pemahaman atas pelayanan tidak hanya untuk petugas di front office namun juga perlu bagi unit pendukung.
Acara semakin menarik saat peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok diminta untuk menyampaikan pemahamannya atas layanan yang ada di Kanwil dari yang bersifat basic sampai unbelieveble. Dijelaskan pula tatacara dalam menerima telepon dan juga cara berkomunikasi kepada pelanggan. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta pelatihan kepada narasumber.
Diharapkan melalui kegiatan pelatihan ini pegawai Kanwil DJPb Maluku Utara dapat semakin memperkuat nilai profesionalisme dan pelayanan sebagai nilai-nilai Kementerian Keuangan. Serta yang paling penting adalah sebagai upaya insan perbendaharaan dalam memberikan bakti terbaik bagi negeri.
(kontributor: Yosi Rizal)








