Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-80, Kanwil DJPb Provinsi Papua Barat bersama Kemenkeu Satu bangga telah menyelenggarakan "Seminar Ekonomi-Fiskal Regional: Pembiayaan Alternatif untuk Mendorong Pembangunan Ekonomi Papua Barat" di Universitas Papua. Acara ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan 'Kick-off' penting untuk "Papua Barat Financing Roadmap 2025-2030"! 🚀
Seminar ini menggali strategi pembiayaan pembangunan daerah yang inovatif dan kreatif, tanpa membebani APBN maupun APBD. Diskusi mendalam ini dihadiri oleh para ahli dan tokoh penting, termasuk Bapak Hugo Warami, Rektor Universitas Papua, dan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat serta para pejabat dari berbagai instansi terkait.
Para narasumber ahli yang hadir antara lain:
📊 Bank Indonesia (BI) & Badan Pusat Statistik (BPS): Mengupas tuntas fenomena ekonomi dan moneter Papua Barat di tahun 2025 serta tantangan ke depan, termasuk potensi kekayaan sumber daya alam yang luar biasa dan tantangan backlog pembangunan infrastruktur.
💰Kanwil DJPb Provinsi Papua Barat: Menjelaskan peran strategis Kanwil DJPb sebagai Regional Central Economic (RCE) dalam menganalisis dampak APBN dan APBD regional, serta membahas aspek fiskal daerah dengan perspektif yang mencerahkan.
🤝 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK): Memaparkan potensi besar pembiayaan alternatif seperti Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yang telah terbukti sukses di berbagai daerah seperti proyek SPAM di Semarang dan APJ Madiun. Selain KPBU, berbagai instrumen inovatif seperti Pinjaman Daerah, Obligasi Daerah, hingga Instrumen Keuangan Syariah turut dibahas sebagai solusi pembiayaan.
Seminar ini menjadi tonggak penting dan wadah kolaborasi pemikiran untuk merumuskan masa depan ekonomi Papua Barat yang lebih mandiri, adil, dan sejahtera. Mari bersama-sama wujudkan pembangunan yang berpihak pada rakyat dan mendorong kemajuan daerah!






