Dalam rangka mendukung digitalisasi pengelolaan keuangan pemerintah serta meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan anggaran, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A1 Balikpapan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penggunaan Cash Management System (CMS) dalam Pengelolaan Uang Persediaan (UP) dan Tambahan Uang Persediaan (TUP) pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Microsoft Teams dan diikuti oleh bendahara pengeluaran serta pengelola keuangan satuan kerja mitra KPPN Balikpapan yang memiliki rekening pada Bank Mandiri dan Bank BRI.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan implementasi sistem pembayaran non-tunai di lingkungan pemerintah, sejalan dengan kebijakan penerapan penggunaan CMS pada pengelolaan UP dan TUP yang mulai diberlakukan pada 1 Mei 2026. Melalui kegiatan ini, satuan kerja diharapkan dapat memahami mekanisme penggunaan CMS sekaligus memperoleh pendampingan teknis terkait proses pendaftaran dan pelaksanaan transaksi secara elektronik.
Acara diawali dengan sambutan dan pengantar dari Kepala KPPN Balikpapan yang menekankan pentingnya modernisasi sistem perbendaharaan melalui optimalisasi penggunaan layanan perbankan digital. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula dasar hukum penggunaan CMS dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP), manfaat CMS dalam mendukung efisiensi pelaksanaan anggaran, serta monitoring penggunaan CMS pada Triwulan I Tahun 2026. Selain itu, KPPN Balikpapan juga memberikan apresiasi kepada tiga satuan kerja dengan transaksi CMS terbanyak.
Pada sesi berikutnya, narasumber dari Bank BRI menyampaikan materi mengenai penggunaan platform “Qlola by BRI” sebagai layanan perbankan terintegrasi berbasis single sign on. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai fitur layanan seperti transfer dana, pembayaran tagihan, pembayaran pajak, monitoring transaksi, hingga penggunaan BRI Q-Token sebagai sistem keamanan transaksi berbasis two factor authentication (2FA). Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan serta permintaan pendampingan lanjutan terkait implementasi CMS.
Selanjutnya, Bank Mandiri memberikan bimbingan teknis penggunaan platform “Kopra by Mandiri”. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dashboard, proses transaksi, hingga mekanisme approval transaksi melalui menu pending task oleh user approver/releaser. Melalui simulasi dan panduan teknis tersebut, peserta diharapkan mampu memahami alur transaksi CMS secara menyeluruh mulai dari pembuatan transaksi hingga proses persetujuan secara digital dan terintegrasi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, KPPN Balikpapan berharap seluruh satuan kerja mitra dapat semakin siap dalam mengimplementasikan CMS pada pengelolaan UP dan TUP sehingga pengelolaan keuangan negara menjadi lebih modern, efektif, aman, dan akuntabel.


