Banyuwangi

Peningkatan Kapasitas Duta Transformasi Kelembagaan DJPb sebagai Dukungan Implementasi Digitalisasi Sistem Keuangan Negara

“Perubahan tidak akan datang jika kita menunggu orang lain atau waktu lain. Kita adalah perubahan yang kita tunggu.” Kutipan dari Barrack Obama ini seolah menjadi semangat utama dalam perjalanan Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan. Sejalan dengan pesan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bahwa “untuk menjadi inspirasi perubahan, setiap insan Kemenkeu harus memulai transformasi dari dalam diri sendiri dan menjadi role model bagi lingkungannya”, arah transformasi kelembagaan kini bergerak semakin sistematis, terukur, dan berorientasi hasil. Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Kemenkeu Satu untuk meneguhkan posisi sebagai institusi publik yang adaptif, modern, dan unggul di tingkat dunia.

Mengapa Harus Bertransformasi?

Transformasi kelembagaan bukan sekadar istilah birokrasi, melainkan upaya menyeluruh untuk memperkuat kapasitas organisasi, sistem, dan individu agar mampu menjawab tantangan zaman. Tujuan utamanya meliputi: Penyelarasan struktur organisasi yang lebih efisien, Perbaikan proses bisnis lintas unit, Modernisasi kebijakan dan manajemen SDM, serta Peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan publik. Di tengah perubahan global, kemajuan teknologi 4.0, serta tuntutan transparansi publik, organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan strategis. Itulah sebabnya, transformasi bukan pilihan — melainkan keharusan.

Jejak Panjang Reformasi dan Transformasi, Kementerian Keuangan telah melalui berbagai fase reformasi birokrasi sejak awal 2000-an. Beberapa tonggak penting antara lain: Pemisahan fungsi penyusunan dan pelaksanaan anggaran, Penerapan balanced scorecard dan remunerasi berbasis kinerja, Modernisasi sistem pelaporan keuangan dan perbendaharaan, Integrasi sistem SAKTI, SIMAN, dan Super Apps satu.kemenkeu, serta Pemanfaatan big data dan digitalisasi layanan perbendaharaan.  Fase-fase tersebut menegaskan bahwa reformasi bukanlah proyek sesaat, tetapi proses pembelajaran berkelanjutan menuju institusi berkelas dunia.

Konteks Global dan Nasional: Mengapa Transformasi Kini Semakin Mendesak, Perubahan arah kebijakan kelembagaan tidak bisa dilepaskan dari dinamika ekonomi dan geopolitik global: Krisis rantai pasok dan energi, Inflasi global serta kenaikan suku bunga, Transisi energi dan ancaman perubahan iklim (Triple Planetary Crisis), serta Dominasi generasi digital-native (Gen Z) sebagai SDM masa depan. Selain faktor eksternal, faktor internal juga turut berperan — mulai dari kompleksitas layanan keuangan negara, manajemen data yang masif, hingga kebutuhan kolaborasi lintas unit dan daerah. Dengan lebih dari 100 juta data penerima bantuan sosial dan tanggung jawab fiskal yang luas, Kementerian Keuangan dituntut memiliki tata kelola data dan layanan yang cepat, aman, serta terintegrasi.

Inisiatif Strategis 2025: Menyatukan Langkah Menuju Kemenkeu Unggul

Tahun 2025 menandai peluncuran Inisiatif Strategis (IS) Kementerian Keuangan, sebagaimana tertuang dalam KMK Nomor 132 Tahun 2025, yang mencakup empat klaster besar: Tema Penerimaan Negara – optimalisasi pajak, cukai, dan PNBP, Tema Belanja, PKNR, dan Fiskal – efisiensi APBN untuk mendukung visi pembangunan nasional, Tema Sektor Keuangan dan Kekayaan Negara – leveraging aset dan SMV, Tema Sentral – Modern Treasury dan modernisasi layanan publik.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) memegang peran sentral sebagai Unit Implementasi Core (UIC) untuk berbagai inisiatif strategis, termasuk: Allocative Efficiency APBN, Strategic Diamond, Leveraging Kekayaan Negara, Modern Treasury, dan Modernisasi Layanan. Setiap langkah diarahkan untuk mewujudkan tata kelola keuangan negara yang terintegrasi, transparan, dan adaptif terhadap perubahan.

Quick Wins 2025: Inovasi Nyata dari DJPb

Melalui Kepdirjen Perbendaharaan Nomor 37 Tahun 2025, ditetapkan beberapa quick wins strategis, antara lain: TreasurAI – penerapan AI & data analytics untuk mempercepat pengambilan keputusan, SAKTI BLU – integrasi sistem keuangan BLU dengan modul komitmen dan pembayaran, Kebijakan Pelaporan Keuangan & Evaluasi Kinerja Pemerintah – memperkuat nilai value for money dan akuntabilitas fiskal. Inovasi-inovasi ini memperlihatkan bahwa transformasi tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program kerja nyata.

Duta Transformasi: Penggerak Semangat #BerubahButuhKita

Keberhasilan transformasi kelembagaan tidak lepas dari peran para Duta Transformasi. Mereka bukan hanya simbol, tetapi motor penggerak perubahan di setiap lini organisasi. Peran penting Duta Transformasi antara lain: Menjadi katalisator perubahan, Menumbuhkan semangat rekan kerja untuk berinovasi, Menjadi mediator antara pimpinan dan pegawai, Mendorong kolaborasi lintas unit, serta Menjadi wajah dari nilai-nilai Kemenkeu yang modern dan berintegritas. Sejalan dengan pesan Bu Menteri, perubahan tidak bisa hanya diperintahkan dari atas, tetapi harus dihidupi oleh setiap insan Kemenkeu.

Transformasi kelembagaan bukan tujuan akhir, melainkan perjalanan bersama menuju tata kelola keuangan negara yang semakin kuat, modern, dan berdampak. Melalui sinergi antara Duta Transformasi, PMO, CTO, dan seluruh insan perbendaharaan, Kementerian Keuangan terus melangkah dengan satu keyakinan: Perubahan adalah kita. Dari Denpasar, semangat transformasi ini dikobarkan — bukan sekadar wacana, tetapi gerakan nyata untuk meneguhkan Kemenkeu sebagai institusi publik berkelas dunia.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

KPPN Banyuwangi
Jalan A. Yani No. 120 Banyuwangi 68416
Tel: 0333-410969 Fax: 0333-410078
Surel: kppn100@kemenkeu.go.id
Saluran Pengaduan: 08113196100
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search