



Halo Sobat #Intress #KInCAI👋✨
KPPN Sungai Penuh kembali hadir menyampaikan laporan kinerja pelaksanaan APBN s.d. 31 Juli 2026. APBN terus bekerja keras sebagai instrumen penggerak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. 💪
Berikut adalah ringkasan realisasi APBN KPPN Sungai Penuh:
📌 Pendapatan Negara
Rp22,43 miliar (109,62% dari target)
(Seluruh pendapatan negara bersumber dari PNBP)
📌 Belanja Negara
Rp1.154,61 miliar (59,08% dari target)
Belanja Negara dialokasikan melalui 2 komponen utama:
1️⃣ Belanja Pemerintah Pusat (BPP): Rp246,48 miliar (54,26% dari target)
• Belanja Pegawai: Rp184,44 miliar (61,79%)
• Belanja Barang: Rp53,85 miliar (51,73%)
• Belanja Modal: Rp8,19 miliar (15,85%)
2️⃣ Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD): Rp908,13 miliar (60,55% dari target)
• Dana Alokasi Umum (DAU): Rp677,36 miliar (65,51%)
• Dana Transfer Khusus (DTK): Rp122,63 miliar (50,47%)
• Dana Desa: Rp86,25 miliar (91,92%)
• Dana Bagi Hasil (DBH): Rp21,89 miliar (16,95%)
• Dana Insentif Fiskal: Rp0 miliar (0%)
KPPN Sungai Penuh terus berkomitmen untuk mengawal penyaluran APBN secara transparan, akuntabel, dan tepat waktu demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Mari bersama mengawal APBN untuk Indonesia Maju! ✨
#IndonesianTreasury #KPPNSungaiPenuh #APBNKita #MengawalAPBN #RealisasiAPBN


















APBN terus berperan sebagai instrumen fiskal yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di wilayah kerja KPPN Sungai Penuh. Hingga akhir Semester I Tahun 2026, kinerja pendapatan negara dan belanja negara menunjukkan tren yang positif sebagai wujud hadirnya APBN untuk masyarakat.









