
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai Instrumen Fiskal. Penyaluran dana dari APBN berperan penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan mengendalikan inflasi. Insan Treasury harus terus mengembangkan dirinya untuk kemajuan diri dan organisasi.
Insan Treasury harus mumpuni bertugas sebagai analisis. Di samping sebagai Teasurer, berperan juga sebagai Regional Chief Economist dan Financial Advisory. Guna memenuhi standar itu KPPN Surabaya I mengadakan Pelatihan Data Analitik Regional dengan tema “Pengaruh Penyaluran Dana APBN Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi di Jawa Timur”, Selasa, 26 November 2024 di Aula KPPN Surabaya I secara Hybrid. Pegawai, PPNPN, dan Mahasiswa Magang KPPN Surabaya I dilaksanakan secara offline dan Pegawai KPPN lingkup Provinsi Jawa Timur dilaksanakan secara online melalui zoom meeting. Muhammad Wasil Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya sebagai Narasumber.
“Kita ditantang untuk bisa menganalisis data-data yang ada di kantor. Segudang data ada di kantor kita. Tinggal kita mau atau tidak untuk memanfaatkan data-data tersebut untuk dianalisis sehingga menghasilkan sebuah output atau rekomendasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat” ungkap Yoyok Yulianto, Kepala KPPN Surabaya I dalam pembukaannya.
Variabel yang digunakan oleh Narasumber dalam penelitian tersebut yaitu Dana APBN, Dana Transfer ke Daerah, DAU, DAK, dan Dana Desa dengan rentang waktu yang digunakan adalah 5 tahun, dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2024.
Materi yang disampaikan cukup jelas dan ringkas. Peserta pelatihan baik yang offline maupun online cukup antusias sehingga banyak pertanyaan dan masukan yang mengalir.
Rekomendasi yang dihasilkan dari pelatihan tersebut adalah fokuskan penggunaan dana APBN untuk kegiatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Optimalisasi dana APBN untuk pengembangan daerah yang terisolasi. APBN Tahun Anggaran 2024 diharapkan menjadi instrumen efektif dalam menjaga perekonomian, namun akan terus diuji oleh gejolak ekonomi yang tidak mudah dan belum mereda. Tantangan tahun ini maupun tahun depan yang akan dihadapi bersama harus dapat diantisipasi dan dikelola dengan baik, prudent, dan hati-hati. [Kontributor KPPN Surabaya I - Warnoto]


