Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surabaya II turut berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan sekitar dengan menanam pohon-pohon bakau di Kawasan Ekowisata Mangrove Surabaya, Jumat (11/1). Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2019, dimana sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-57/PB/2015 tentang Penetapan dan Penyelenggaraan Hari Bakti Perbendaharaan, diperingati setiap tanggal 14 Januari. Di tahun 2019, Hari Bakti Perbendaharaan mengambil tema "Tingkatkan Sinergi Untuk Kemakmuran Negeri". Direktur Jenderal Perbendaharaan menginstruksikan jajarannya menyelenggarakan Hari Bakti Perbendaharaan dengan melaksanakan beberapa kegiatan, diantaranya yaitu Perbendaharaan Peduli Lingkungan.
Sebanyak 30 pohon Bruguiera berhasil ditanam di sekitar kawasan Ekowisata Mangrove Surabaya. Bruguiera merupakan salah satu jenis tanaman bakau yang termasuk ke dalam suku Rhizophoraceae (bakau-bakauan). Tanaman ini bermanfaat untuk menahan abrasi oleh air laut, dan tempat berlindung makhluk hidup; sedangkan bagian buahnya bisa diolah menjadi tepung maupun sirup. Namanya diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap Jean Guillaume Bruguière --seorang biologiwan, ahli medis, dan diplomat asal Perancis-- sebagai salah satu kontibutor/penyusun ensiklopedia dan tabel metodis mengenai alam berjudul Tableau encyclopédique et méthodique des trois regnes de la nature : vers, coquilles, mollusques et polypes divers.
Dalam sambutannya, Kepala KPPN Surabaya II, Moch. Nurhidayat, berharap bahwa melalui kegiatan ini, pohon yang telah ditanam bisa tumbuh dan membawa manfaat untuk membuat lingkungan menjadi semakin sehat dan semakin baik. "Di dalam menanam pohon ini nanti, tolong bukan hanya sekedar menanam, tapi niati dengan hati yang ikhlas, doa yang tulus. Semoga dengan kegiatan yang kecil ini, hanya sekedar menanam pohon, tetapi nanti membawa manfaat yang lebih besar untuk generasi yang akan datang," ujar Nurhidayat.
Kawasan Ekowisata Mangrove yang memiliki nama resmi Mangrove Information Centre merupakan bagian dari hutan mangrove dengan luas sekitar 1.100 hektar. Kawasan ini berada di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya. Kawasan ini merupakan hunian bagi 137 spesies burung, 53 spesies serangga, 18 spesies ikan, 7 spesies herpetofauna (reptil dan amfibi), 7 spesies mamalia, dan 7 spesies crustacea (hewan air bercangkang). Hingga saat ini, DKPP Kota Surabaya terus mengembangkan kawasan mangrove, baik untuk tujuan wisata maupun ekologi.
Ditulis oleh : Arisandy Joan Hardiputra, S.E.


