Di balik rapat yang padat, tenggat yang menumpuk, dan target yang kian agresif, ada sisi lain dunia kerja yang sering luput dari perhatian: kesehatan mental pegawai. Banyak orang datang ke kantor dengan senyum profesional, tetapi memendam lelah yang tak sempat diucapkan. Stres, cemas, hingga kelelahan emosional pelan-pelan menjadi "teman kerja" yang tak diundang.

Kesadaran organisasi terhadap isu ini mulai tumbuh. Kesehatan mental kini tidak lagi dipandang sebagai urusan pribadi semata, melainkan bagian dari ekosistem kerja yang sehat. Salah satu pendekatan yang kian relevan untuk menjembatani kesadaran itu adalah psikoedukasi - upaya memberi pengetahuan dan keterampilan dasar tentang kesehatan mental kepada pegawai.

Psikoedukasi di tempat kerja bukanlah terapi, apalagi ruang curhat massal. Intinya sederhana: membekali pegawai dengan pemahaman agar mampu mengenali tanda-tanda stres, kecemasan, depresi, maupun kelelahan kerja sebelum semuanya meledak menjadi masalah yang lebih besar. Dari sini, pegawai belajar bahwa lelah mental bukan aib, melainkan sinyal tubuh yang perlu didengar.

Di banyak organisasi, tekanan kerja sering datang bersamaan dengan ekspektasi performa tinggi. Tanpa bekal literasi kesehatan mental, pegawai cenderung menormalisasi kelelahan. Lembur dianggap prestasi, gelisah dianggap wajar, dan kelelahan emosional dianggap konsekuensi karier. Padahal, kondisi tersebut bila dibiarkan dapat menurunkan fokus, memicu konflik kecil, hingga menggerus motivasi kerja.

Program psikoedukasi memberi ruang jeda di tengah ritme cepat dunia kerja. Pegawai diajak memahami sumber stres, mengenali batas diri, serta mempraktikkan teknik sederhana untuk menjaga keseimbangan emosi. Bagi sebagian orang, pengetahuan dasar ini menjadi pintu awal untuk berani mencari bantuan profesional saat diperlukan. Bagi yang lain, psikoedukasi cukup untuk mengubah cara memandang diri sendiri dan rekan kerja yang lebih empatik, lebih manusiawi.

Dampaknya tak berhenti pada individu. Lingkungan kerja ikut berubah ketika isu kesehatan mental dibicarakan secara terbuka. Stigma perlahan mencair. Pegawai tak lagi sungkan mengakui sedang tidak baik-baik saja. Atasan pun belajar melihat penurunan kinerja bukan semata sebagai masalah disiplin, melainkan sinyal yang perlu ditangani dengan pendekatan yang lebih bijak.

Di sisi produktivitas, efeknya terasa nyata. Pegawai yang memahami cara mengelola tekanan cenderung lebih fokus, lebih stabil emosinya, dan lebih mampu bekerja sama. Absensi karena kelelahan berkurang, konflik antartim lebih mudah diredam, dan suasana kerja menjadi lebih sehat. Kinerja pun tumbuh bukan karena dipaksa, tetapi karena orang-orang di dalamnya merasa didukung.

Psikoedukasi juga berperan dalam menjaga keseimbangan hidup. Pegawai mulai menyadari pentingnya jeda, batas waktu kerja, dan ruang untuk memulihkan diri. Kesadaran ini membantu mereka menjaga relasi keluarga, mengelola energi, dan kembali ke kantor dengan kondisi mental yang lebih utuh. Dalam jangka panjang, kualitas kehidupan kerja meningkat - bukan hanya angka produktivitas yang naik, tetapi juga rasa aman dan nyaman di tempat kerja.

Membangun budaya kerja sehat memang tidak bisa instan. Namun, psikoedukasi memberi fondasi yang kuat: pengetahuan, empati, dan kesadaran bersama. Organisasi yang berani memulai langkah ini sesungguhnya sedang berinvestasi pada aset terpentingnya yaitu manusia di balik kinerja. Ketika pegawai merasa dilihat sebagai manusia seutuhnya, bukan sekadar angka target, di situlah kinerja yang berkelanjutan menemukan pijakannya.

 

Disclaimer : Tulisan diatas adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili pendapat organisasi

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

KPPN Watampone
Jl. K.H. Agus Salim No.7, Macege, Tanete Riattang Barat, Watampone, Sulawesi Selatan 92732

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

   

 

Search