Bone Terbesar Serap KUR di Sulsel, Capai Rp484,43 M
Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone sampai dengan bulan Mei 2021 mencapai sebesar Rp484,43 miliar dan merupakan tertinggi pertama bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai dengan bulan Mei 2021, realisasi KUR di Kabupaten Bone tercatat sebesar Rp484,43 miliar atau 9,89% dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp4,90 triliun.
Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Bone juga merupakan yang terbesar kedua yaitu sebanyak 12.188 debitur atau 8,88% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 137.201 debitur sampai dengan bulan Mei 2021.
Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Bone, yaitu sebesar Rp367,18 miliar atau 75,80% dari total realisasi sebesar Rp484,43 miliar. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp104,94 miliar atau 21,66%, dan Kredit Super Mikro (Supermi) sebesar Rp12,31 miliar atau 2,54%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Bone, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi sampai dengan bulan Mei 2021 yaitu sebesar Rp412,33 miliar atau 85,12% dari total sebesar Rp484,43 miliar, disusul Bank Mandiri sebesar Rp38,15 miliar atau 7,88%. Bank BNI sebesar Rp28,40 miliar atau 5,86%, BRI Syariah sebesar Rp2,95 miliar atau 0,61%, Bank Syariah Mandiri sebesar Rp1,34 miliar atau 0,28% dan BPD Sulselbar sebesar Rp1,24 miliar atau 0,26%.
Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Bone terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR sampai dengan bulan Mei 2021 yaitu sebesar Rp306,76 miliar atau 63,32%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp123,43 miliar atau 25,48% dan sektor Perikanan sebesar Rp18,81 miliar atau 3,88%. Sementara itu, sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangkan.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman berharap di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah. UMKM bangkit, Indonesia Kuat.
