Jakarta, Desember 2025 – Kondisi perekonomian Jakarta tetap kuat menjelang berakhirnya tahun 2025. Inflasi masih terkendali di tengah tekanan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional dan Tahun Baru 2026. Kondisi ini juga disertai ekspektasi konsumsi dan keyakinan masyarakat yang menunjukkan tren positif terhadap kondisi ekonomi saat ini dan beberapa bulan ke depan.
Dari sisi fiskal kinerja APBN dan APBD terus disinergikan untuk memperkuat perkonomian Jakarta. Salah satunya melalui belanja Program Strategis Nasional yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kondisi ekonomi makro
Di tengah tekanan harga emas dan volatile food, inlfasi Jakarta pada November 2025 turun tipis di level 2,67% (yoy). Kondisi ini disumbang oleh kenaikan harga beberapa komoditas di antaranya Emas Perhiasan, Air Minum PAM, Cabai Merah.
Sampai dengan akhir November 2025, indikator pertumbuhan ekonomi di Jakarta masih terjaga positif. Keyakinan Konsumen (IKK) kembali naik di level 144,3 menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan. Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) berada di level 132,3 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) berada di level 156,4.
Kinerja APBN regional Jakarta
Kinerja APBN hingga akhir November 2025 masih terus diptimalkan untuk mendukung program strategis nasional yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Hingga 30 November 2025, Belanja APBN telah terserap 1.797,43 T atau 93,12% dari target, naik 5,81% (yoy).
- Belanja K/L mencapai Rp768,35 T atau 97,61% dari pagu. Highlight penyaluran Bulan November menurut Kementerian/Lembaga antara lain (1) Kementerian Pertahanan Rp29,24 T mayoritas untuk belanja peralatan dan mesin, (2) Kementerian Sosial Rp14,07 T, mayoritas untuk Belanja Perlindungan Sosial, dan (3) Badan Gizi Nasional Rp13,90 T, mayoritas untuk kegiatan Makan Bergizi Gratis.
- Belanja Non K/L mencapai Rp1.006,53 T atau 90,24% dari pagu. Mayoritas Belanja Non K/L di antaranya untuk Program Pengelolaan Belanja Subsidi dan Program Pengelolaan Belanja Lainnya.
- Dukungan APBN melalui Transfer ke Daerah terealisasi sebesar Rp22,55 T atau 81,29% dari pagu.
Kinerja Pendapatan APBN hingga akhir November 2025 mencapai Rp1.642,46 T atau 90,52% dari target, terdiri dari:
- Pendapatan Pajak menunjukkan pemulihan yang kuat menjelang akhir tahun 2025. Pendapatan pajak hingga 30 November 2025 mencapai Rp1.250,25 T atau 81,62% dari target, tumbuh 16,59% (yoy). Kenaikan ini ditopang oleh naiknya setoran PPh 21 menjelang pembayaran rutin akhir tahun.
- Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp20,21 T atau 77,11% dari target APBN, terkontraksi 6,36% (yoy). Kontraksi ini merupakan akibat dari adanya penurunan Bea Masuk karena masih berlangsungnya insentif Bea Masuk nol persen untuk importasi kendaraan bermotor listrik s.d. Desember 2025 dan peningkatan importasi mesin penambangan & konstruksi dari China dengan utilisasi skema AC-FTA. Sementara itu terdapat peningkatan penerimaan Cukai yang berasal dari importasi MMEA, EA, dan Pajak Lainnya.
- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp369,28 T atau 99,66% dari target, terkontraksi 19,66% (yoy). Mayoritas PNBP mengalami kontraksi sebagai dampak dari penurunan harga komoditas tingkat global yang berdampak pada penurunan royalti pertambangan batubara, tembaga, dan lainnya.
Kinerja APBD Jakarta
Kinerja APBD Jakarta hingga 30 November 2025 tetap melanjutkan tren surplus. Pendapatan APBD Jakarta mencapai Rp69,40 T atau 82,18% dari target, naik 4,48% (yoy). Porsi terbesar Pendapatan APBD disumbang oleh PAD sebesar 66,39%. Adapun mayoritas Pendapatan mengalain kenaikan di antaranya PBB-P2, PKB, Pajak Makanan dan/atau Minuman, dan BPHTB.
Belanja APBD mencapai Rp55,06 T atau 64,04% dari target, naik 4,99% (yoy). Komponen Belanja Bantuan Sosial tumbuh signifikan sebesar 124,25% (yoy). Kenaikan ini didorong penyaluran KJP Plus, bansos, kartu lansia dan anak, serta dukungan bagi penyandang disabilitas.
Ekonomi Jakarta menjelang akhir tahun 2025 tetap kuat dengan inflasi yang terkendali dan sentimen konsumen yang meningkat. Kondisi ini juga ditopang oleh kinerja APBN 2025 yang tumbuh positif dengan akselerasi belanja yang terarah untuk menjaga daya beli, mendorong aktivitas ekonomi, serta memperkuat fondasi pertumbuhan di tengah dinamika global yang menantang. Dukungan APBD juga terlihat dalam beragam bantuan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Jakarta. Sinergi APBN-APBD tetap dilanjutkan untuk memastikan belanja yang lebih cepat, terarah, dan saling melengkapi guna mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi.


