Jakarta, 2 Januari 2026 – Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi KPPN Jakarta I dan KPPN Jakarta II pada Rabu (31/12/25). Kunjungan ini dalam rangka memantau kelancaran proses pencairan belanja APBN di hari terakhir Tahun Anggaran 2025 serta memastikan pelaksanaan Langkah-Langkah Akhir Tahun (LLAT) optimal.
Dikutip dari djpb.kemenkeu.go.id, dalam kunjungan tersebut Menkeu meninjau pelaksanaan tugas KPPN yang meliputi penyaluran dana atas permintaan satuan kerja kementerian negara/lembaga (satker K/L). KPPN Jakarta I dan Jakarta II bermitra dengan sejumlah K/L strategis, antara lain Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), termasuk dalam penyaluran Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menkeu menegaskan bahwa ketepatan waktu menjadi prinsip penting dalam pengelolaan APBN, khususnya pada periode akhir tahun.
“Penting adanya deadline untuk pekerjaan akhir tahun. Kalau sampai batasnya belum selesai juga, uangnya bisa kita ambil lagi atau hangus,” tegas Menkeu.
Pada kesempatan tersebut Menkeu didampingi Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan Arif Wibawa, Kepala Kanwil DJPb Provinsi DKI Jakarta M. Syaibani, serta jajaran direktur berdialog dengan sejumlah satker mitra serta pegawai KPPN Jakarta I dan II.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Keuangan untuk terus mengawal akselerasi dan akuntabilitas pelaksanaan APBN melalui penguatan monitoring dan evaluasi, termasuk dari sisi capaian output. Harapannya APBN Tahun Anggaran 2025 dapat disalurkan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


