Kontributor: Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah
Semarang,1 Maret 2019
![]() |
| Sulaimansyah menyampaikan pentingnya mencari rezeki, sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat Al-Ankabut ayat 17, yang artinya "...maka carilah rezeki di sisi Allah, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada Allah. Hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan” |
Semarang, Liputan djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jateng/id - Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para pejabat/pegawai muslim Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jawa Tengah, bertempat di Lobby Utama Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah Jalan Pemuda nomor 2 Semarang, Badan Amalan Islam (BAI) Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan pengajian rutin pada Jumat (1/3/2019).
|
|
Pengajian rutin yang berlangsung mulai pukul 15.30 WIB hingga pukul 16.45 WIB ini diikuti oleh seluruh pejabat/pegawai muslim Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah. Mengawali acara yaitu pembacaan ayat suci Al Qur’an surat Al-Mudatsir oleh ananda Sakanatullathiefah dan ananda Wisna Firda siswi Sekolah Dasar Muhammadiyah 8 Semarang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah, Sulaimansyah. Mengawali sambutannya Sulaimansyah menyampaikan pentingnya mencari rezeki, sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat Al-Ankabut ayat 17, yang artinya "...maka carilah rezeki di sisi Allah, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada Allah. Hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan”
Mencari rezeki yang halal dalam agama Islam hukumnya adalah wajib. Ini menandakan bagaimana pentingnya mencari rezeki yang halal. Dengan demikian, motivasi bekerja dalam Islam, bukan hanya memenuhi nafkah semata tetapi sebagai kewajiban beribadah kepada Allah setelah ibadah fardlu lainnya. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits bahwa ”mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu, seperti shalat, puasa, dll” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi).
![]() |
Memasuki acara inti peserta pengajian sangat antusias menyimak tausiah yang disampaikan oleh K.H. Doeri Asyari. Dengan gaya penyampaian tausiyah yang khas dan santai namun sarat makna, K.H. Doeri Asyari menyampaikan tema tentang kedisiplinan. Mengawali tausiyahnya beliau mengatakan bahwa kita sebagai umat muslim harus memahami alasan mengapa kita mencintai Rasulullaah Muhammad SAW.
![]() |
Suasana lobby menjadi semakin meriah ketika sesekali beliau menyampaikan tausiyahnya dengan diselingi kata-kata dan gerak tubuh yang lucu, hingga membuat para peserta pengajian tidak bisa menahan tawa. Makna disiplin yang beliau uraikan bahwa sebagai umat muslim kita harus disiplin dalam hal aqidah, disiplin dalam mencari nafkah, dan disiplin saat pulang ke rumah. Acara pengajian berakhir pukul 16.45 WIB, dan ditutup dengan doa.







