Magelang, 8 - 10 Juli 2019
![]() |
| Dalam sambutannya pada penutupan acara tersebut, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Jawa Tengah Sulaimansyah memberikan pengarahan langsung yang menitikberatkan pada pentingnya menjaga kualitas Laporan Keuangan sebagai hasil akhir dari proses pengelolaan anggaran, baik dari sisi pelaksanaan anggaran maupun pengelolaan BMN |
Magelang, Liputan djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jateng/id- Dalam rangka persiapan penyusunan Laporan Keuangan tingkat Kementerian/Lembaga periode Semester I Tahun 2019, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan workshop konsolidasi Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat UAPPA/B-W pada tanggal 8 s.d. 10 Juli 2019 yang dihadiri oleh 30 operator UAKPA/B dari 16 instansi lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Jawa Tengah di Magelang dengan pemateri dari Setditjen Perbendaharaan, Direktorat SITP dan Biro Perencanaan dan Keuangan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin semesteran yang diselenggarakan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Jawa Tengah sebagai UAPPA/B-W dengan tujuan menelaah hasil e-rekon & LK untuk mengidentifikasi masalah dalam penyusunan laporan keuangan dari masing-masing satker lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Jawa Tengah sehingga dapat menyajikan Laporan Keuangan tingkat wilayah secara akurat, sistematis, tepat waktu dan memenuhi kualitas Laporan Keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah dengan target WTP.
![]() |
![]() |
Dalam sambutannya pada penutupan acara tersebut, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Jawa Tengah memberikan pengarahan langsung yang menitikberatkan pada pentingnya menjaga kualitas Laporan Keuangan sebagai hasil akhir dari proses pengelolaan anggaran, baik dari sisi pelaksanaan anggaran maupun pengelolaan BMN. Untuk menjaga kualitas Laporan Keuangan tersebut, perlu dilakukan mitigasi resiko agar permasalahan dapat segera teridentifikasi dan diselesaikan lebih dini.
![]() |
![]() |
Disamping itu, beliau menekankan juga bahwa untuk menjaga kualitas nilai IKPA dan capaian IKU, kiranya penting untuk menjaga konsistensi penyerapan anggaran sesuai dengan rencana penarikan dana dan realisasi kegiatan hendaknya mengacu pada rencana kerja yang telah disusun secara terjadwal sehingga sasaran output dapat tercapai.








