Semarang, 12 Februari 2020,

Semarang, Liputan djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jateng/id - Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para pejabat dan pegawai muslim Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jawa Tengah, bertempat di Lobby Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pemuda nomor 2 Semarang, Badan Amalan Islam (BAI) Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan pengajian rutin pada Rabu (12/03/2020).
Pengajian rutin yang berlangsung mulai pukul 15.45 WIB hingga pukul 17.00 WIB ini diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai muslim Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah. Mengawali acara, pembacaan ayat suci Al Qur’an surat Yusuf ayat 1 – 5 oleh ananda Asya Dewi Lituhayu, puteri kedua Bapak Pujo Hardono, pegawai pada Subbagian TU/RT Bagian Umum.

Memasuki acara inti, kajian dengan tema ”Meraih Keselamatan Dunia dan Akherat”, yang disampaikan oleh ustadz Bapak DR Rozihan, S.H. M.Hum. dosen Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Mengawali kajiannya beliau menyampaikan bahwa kerja itu ibadah, sebagaimana beliau menceritakan kisah seorang sahabat Rosul yang ikut menyambut Rosulallah sepulang dari Perang Tabuk. Sahabat Rosul tersebut berkata bahwa ia tidak sanggup ikut berperang karena kedua tangannya melepuh. Ini dikarenakan ia telah bekerja keras sebagai penumbuk batu. Mendengar hal itu Rosulallah mencium kedua tangan sahabat tersebut. Dan mengatakan bahwa itulah tangan yang tidak pernah disentuh oleh api neraka.
Beliau kemudian menyampaikan bahwa kita harus bisa menjadi muslim yang baik, yaitu muslim yang bisa menjaga ucapan dan perbuatan, dan bermanfaat bagi orang lain. Sesuai tema pengajian kali ini, selanjutnya beliau memaparkan bekal apa saja yang harus disiapkan untuk meraih keselamatan di dunia dan akherat, dengan ringkasan uraiannya, yaitu:
- Taqwa, yaitu bahwa kita harus senantiasa waspada dan hati-hati (eling lan waspada). Kita harus hati-hati dengan ucapan kita. Tiga simpanan terbaik sebagai muslim yaitu tidak pernah menggerutu, ucapan yang menyejukkan, dan perempuan yang sholehah. Selanjutnya kita juga hendaknya bisa membahagiakan orang lain.
- Kebiasaan (witing tresno jalaran saka kulina)
- Ilmu, yaitu ilmu yang disertai dengan iman.
- Tidak boleh menggerutu, karena hidup itu adalah ujian.
- Wajar-wajar saja (ojo kagetan,tidak silau, tidak terkejut). Dengan istilah lain zuhud, yaitu jangan terlalu susah pada saat gagal dan jangan terlalu senang pada saat sukses.
- Hidup yang seimbang antara dunia dan akherat. Segala sesuatu yang kita miliki suatu saat nanti tidak akan ada gunanya lagi selain hati yang bersih.
- Sedekah
- Tawakal, yaitu menyerahkan semua urusan kita kepada Allah.

Tanpa terasa kajian yang disampaikan dengan sangat menarik ini harus diakhiri pada pukul 17.00 WIB. Diakhiri dengan doa yang sekaligus dipimpin oleh ustadz Bapak DR Rozihan, S.H. M.Hum., dengan harapan mudah-mudahan kita dipelihara dan menjadi manusia yang selamat dunia dan akherat, dan semoga kehadiran kita ini menjadi amal sholeh kita bersama.



