Semarang, 20 Mei 2020,

Semarang, Liputan djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jateng/id - Pada tahun 2019 tercatat Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah sebesar Rp.1.362,46 triliun meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp.1.268,45 triliun. Pertumbuhan ekonomi pada 2019 juga tercatat menguat menjadi 5,41% (yoy) dibandingkan capaian pada tahun 2018 yang sebesar 5,31% (yoy). Angka pertumbuhan ini berada di atas pertumbuhan nasional (5,02%; yoy), tetapi masih di bawah angka pertumbuhan ekonomi kawasan Jawa (5,52%;yoy). Percepatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah ini dipengaruhi oleh peningkatan kinerja ekspor dan kurangnya permintaan regional terhadap barang impor dari luar negeri. Industri pengolahan menggeliat kembali karena adanya permintaan ekspor luar negeri tersebut.
Pada tahun 2019, inflasi yang terjadi di wilayah Provinsi Jawa Tengah sebesar 2,81% (yoy) lebih rendah 0,01 basis poin dibandingkan tahun 2018 yang tercatat di angka 2,82% (yoy). Dengan demikian pencapaian inflasi di Jateng juga jauh lebih baik dibandingkan inflasi tahun 2017 yang tercatat 3,71 persen. Dengan tingkat inflasi yang lebih rendah, menunjukan perekonomian Jawa Tengah lebih efisien dan berdaya saing.

Dalam APBN wilayah Jawa Tengah, target pendapatan selama tahun 2019 adalah sebesar Rp.88.967 miliar. Sementara itu, realisasi pendapatan selama tahun 2019 tercatat sebesar Rp.82.518 miliar, yang didominasi oleh komponen penerimaan dalam negeri dan penerimaan perpajakan. Sedangkan pagu alokasi belanja APBN selama tahun 2019 adalah sebesar Rp.112.708 miliar dengan realisasi belanja APBN sebesar Rp.108.516 miliar yang digunakan untuk belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah dan dana desa.
Sementara itu, dalam APBD agregat Provinsi Jawa Tengah 2019, target pendapatan sebesar Rp.105.934,72 miliar, dengan realisasi pendapatan sebesar Rp.103.278,23 miliar, yang didominasi oleh komponen Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan/Pendapatan Transfer. Sedangkan pagu alokasi belanja sebesar Rp.114.778,06 miliar dan realisasi belanja tercatat sebesar Rp.103.729,71 miliar, yang didominasi untuk belanja operasi, belanja modal dan belanja transfer.

Pada tahun 2019, dari 6 target indikator makro ekonomi, Jawa Tengah berhasil memperoleh capaian 4 indikator. Pertumbuhan ekonomi dengan target 5,4 - 5,8, tercapai angka 5,41. Inflasi dengan target 4 ± 1 tercapai angka inflasi 2,81. Dan TPT dengan target 4,33 - 4,37, berhasil dicapai angka yang lebih rendah lagi, yaitu 4,22. Angka kemiskinan, indeks gini dan IPM belum sesuai dengan yang diharapkan. Namun, pada tahun 2019 Jateng menjadi provinsi terbaik dalam penurunan jumlah penduduk miskin. Jateng masuk dalam kategori provinsi dengan ketimpangan rendah. Sejak 2014 hingga 2019, tren penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran di Jateng sudah terjadi secara berbarengan. Selain itu, pembangunan ekonomi di Jateng setiap tahun telah berhasil meningkatkan pendapatan per kapita dan indeks pembangunan manusia (IPM). Dengan demikian, bila dikaitkan dengan tujuan pembangunan yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mengurangi kemiskinan, maka pelaksanaan kebijakan makro dan pembangunan regional di Jawa Tengah pada tahun 2019 semakin efektif.
Lebih jauh tentang konten KFR tersebut, silakan klik:



