Semarang, 7-11 Oktober 2020

Semarang, Liputan djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jateng/id- Komisi XI DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses ke Provinsi Jawa Tengah. Atas kegiatan kunjungan kerja tersebut, dibawah koordinasi Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Tengah, seluruh unit eselon II Kemenkeu di Jawa Tengah secara sinergi melakukan fasilitasi dan pendampingan.
Agenda Kegiatan Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah terbagi menjadi 3 (tiga) sesi, yaitu: pertama, Peninjauan Lapangan ke Pelabuhan Tanjung Mas Semarang: Pelaksanaan National Logistic Ecosystem oleh DJBC; kedua, Pertemuan dengan Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Tengah (DJPb, DJP I, DJP II, DJBC, dan DJKN): Strategi Pengembangan Industri Regional untuk Mendukung Pembangunan Nasional, Kawasan Ekonomi Khusus, dan National Logistic Ecosystem; dan ketiga, Pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah, OJK Jawa Tengah, Kanwil DJKN Jawa Tengah-DIY, PT PII, dan PT SMI: Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019.
Dalam kegiatan Kunker tersebut, hadir diantaranya: Gubernur Jawa Tengah, para anggota Komisi XI DPR, para Kepala Kanwil Kementerian Keuangan di Jawa Tengah, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur, Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, dan Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan.
Setelah melakukan Peninjauan Lapangan ke Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, dilanjutkan Pertemuan dengan para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Keuangan di Jawa Tengah, yang dilaksanakan di Hotel PO Semarang. Setelah memberikan kata sambutan, Sulaimansyah selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan memberikan kesempatan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menyampaikan paparan mengenai National Logistic Ecosystem (NLE) Jawa Tengah termasuk pilot project dalam inisiatif ini.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng dan DIY menjelaskan bahwa NLE mengintegrasikan layanan Pemerintah dalam bidang logistik dengan menggabungkan proses yang tadinya dilaksanakan di beberapa unit menjadi hanya melalui satu jalur sehingga mempermudahkan pengguna jasa.
Atas penjelasan tersebut, beberapa anggota Komisi XI memberikan pendalaman dan masukan, antara lain: Kapasitas pasar yang baru 50% perlu ditingkatkan. Selain itu, Covid-19 telah membuat perubahan kultur di sisi pelayanan ke arah digitalisasi, menjadi semakin efisien, namun perlu dilihat dampaknya terhadap tenaga kerja.
Menanggapi pertanyaan dari anggota Komisi XI, diantaranya tentang dwelling time, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng dan DIY, menyampaikan bahwa untuk dwelling time di Tanjung Mas sebelumnya 6,14 hari dan sekarang 2,88 hari. Disampaikan pula bahwa untuk Jawa Tengah, di tengah kondisi nasional saat ini, mampu menunjukkan geliat ekonomi yang cukup baik. Hal tersebut dikarenakan banyak industri dengan konten lokal, struktur industri menengah yang cukup bagus, genuine entrepreneur yang mengandalkan etos kerja itu banyak di Jawa Tengah. Terkait hal tersebut, Komisi XI memberikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Keuangan di Jawa Tengah karena mitigasi terhadap perlambatan ekonomi dilakukan dengan baik.
Setelah sesi pertemuan dan pembahasan bersama Gubernur Jawa Tengah dan Komisi XI DPR, yang berlangsung hingga sore hari, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Tengah menyerahkan cendera mata kepada anggota Komisi XI DPR dilanjutkan dengan foto bersama.



