Gedung Keuangan Negara Semarang I, Jl. Pemuda No.2, Semarang

Berita

Seputar Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah

FGD Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro di Jawa Tengah

Semarang, 11 November 2020,

Bapak Ludiro, Direktur Sistem Manajemen Investasi

Semarang, Liputan djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jateng/id- Pada hari Rabu, 11 November 2020 diselenggarakan Forum Group Discussion Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) berdasarkan undangan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah nomor:UND-57/WPB.14/2020 tanggal 19 Oktober 2020. Acara  tersebut berlangsung secara daring menggunakan zoom mulai pukul 08.30 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Hadir sebagai narasumber FGD diantaranya Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Direktur Sistem Manajemen Investasi (SMI), perwakilan dari PT Pegadaian, PT PNM, PT BAV, Koperasi Mitra Dhuafa, LKMA Anugerah Tani Makmur dan peserta FGD lainnya yang berasal dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Dinas Koperasi UKM Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, para Kepala KPPN lingkup Provinsi Jawa Tengah serta perwakilan Lembaga penyalur.

Acara ini dibuka oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah, Bapak Sulaimansyah, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa pandemi covid-19 ini cukup berdampak bagi perekonomian, baik secara regional maupun nasional, sehingga diperlukan strategi yang tepat guna menanggulangi dampak pandemi yang sudah berjalan hamper 9 bulan ini, terutama dalam tema kali ini tentang peran penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi).

Lebih lanjut, Bapak Sulaimansyah menyampaikan bahwa tujuan FGD kali ini diantaranya untuk mendiskusikan penyaluran UMi di masa pandemic Covid-19, update informasi terkini tentang berbagai kebijakan penyaluran Umi, strategi peningkatan pemanfaatan penyaluran UMi, dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemic Covid-19, mitigasi risiko permasalahan dalam penyaluran UMi, meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak dalam rangka optimalisasi penyaluran UMi di masa pandemic Covid-19.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Direktur Sistem Manajemen Investasi, Bapak Ludiro. Dalam paparannya beliau menyampaikan materi tentang arah dan kebijakan pembiayaan Ultra Mikro, diantaranya tentang pengertian program ultra mikro, positioning pembiayaan ultra mikro, skema penyaluran ultra mikro, sebaran pembiayaan ultra mikro, profil debitur pembiayaan Ultra Mikro secara nasional dan regional Provinsi Jawa Tengah, arah kebijakan pembiayaan Ultra Mikro dan revisi PMK 95/2020 tentang Pembiayaan Ultra Mikro.

Bapak Sulaimansyah, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah

Pemaparan materi kedua disampaikan oleh salah satu Direktur Pusat Invenstasi Pemerintah, Bapak Muhammad Yusuf. Beliau menyampaikan materi tentang Kebijakan Pembiayaan UMi di masa pandemic dan evaluasi penyaluran pembiayaan UMi. Dalam urainnya beliau menyampaikan tentang PIP dan pembiayaan ultra mikro, latar belakang pembiayaan Ultra Mikro, Sasaran pembiayaan ultra mikro, pembiayaan ultra mikro sebagai pelengkap untuk pelkau UMKM, skema penyaluran ultra mikro, kebijakan penyaluran ultra mikro di masa pandemic covid-19, sinergi pengembangan UMKM, evaluasi pembiayaan ultra mikro, sebaran debitur ultra mikro, jangkauan layanan penyalur pembiayaan ultra mikro serta perbandingan jumlah pelaku usaha kecil mikro dan penyaluran pembiayaan ultra mikro.

Pemaparan ketiga disampaikan oleh Pimpinan Wilayah PT Pegadaian (Persero) Jateng dan DIY yang mengusung tema tentang Evaluasi Penyaluran Ultra Mikro melalui Pegawadian Jawa Tengah. Beliau menyampaikan lebih lanjut tentang produk pembiayaan ultra mikro yang disalurkan oleh pegadaian, kinerja pegadaian, sumber daya yang tersedia di pegadaian  serta kendala dan tantangan yang dihadapi dalam rangka penyaluran pembiayaan ultra mikro tersebut.

Pemaparan ketiga disampaikan oleh Direktur PIP, Bapak Leonardo Yosi dengan tema seputar profil PNM Mekar. Dilanjutkan oleh Bapak Hanif dari perwakilan Bahan Artha Ventura (BAV) yang menyampaikan tema tentang kerjasama usaha Ultra Mikro, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan Bahana Artha Ventura (BAV). Paparan selanjutnya disampaikan oleh KOMIDA KSP Mitra Dhuafa, Bapak Sugeng yang menyampaikan sekilas tentang profil Komida. Dan pemateri terakhir berasal dari perwakilan LKMA Kabupaten Kendal, Bapak Widiyanto yang menyampaikan materi tentang profil LKMA Kendal.

Setelah acara pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi diskusi dan kesimpulan sebagai penutup acara FGD. Adapun kesimpulan yang diperoleh dari hasil FGD adalah informasi tentang kondisi riil yang terjadi di lapangan saat ini, yang mana dampak pandemi  menurunkan output produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM, Lambaga penyalur  lebih cermat dalam melakukan input data pada sistem SIKP UMi,  Penyalur lebih intens dalam melakukan pendampingan kepada debitur pembiayaan UMI dengan harapan nilai keekonomian debitur bisa meningkat. Pemerintah daerah bersinergi dalam pembiayaan UMi sehingga dapat meningkatkan minat dan antusiasme masyarakat/pelaku usaha mikro untuk mengakses pembiayaan UMi.

Dengan sinergi yang baik dengan berbagai pihak dalam penyaluran pembiayaan ultra mikro ini diharapkan para pelaku UMKM mampu bertahan selama masa-masa sulit ditengah pandemic covid-19 dan bahkan mampu bangkit Kembali seperti masa normal sebelumnya.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Keuangan Negara I, Jl. Pemuda No.2 Semarang, Jawa Tengah 50138
Telepon: (024) 3555852 
Fax: (024) 3544255 dan (024) 3545877

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN