Menguatkan Fondasi Lewat Kinerja Output APBN 2025
Menutup lembaran Tahun Anggaran 2025, kita patut melakukan refleksi mendalam atas perjalanan pengelolaan fiskal di wilayah Jawa Timur. Mengusung semangat "Menguatkan Fondasi Lewat Kinerja Output Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025", pelaksanaan anggaran tahun ini telah melampaui sekadar pencapaian angka persentase realisasi. Lebih dari itu, APBN telah bertransformasi menjadi berbagai wujud pembangunan nyata yang menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari perkotaan hingga pelosok desa di ujung timur Jawa.
Pilar pertama yang ditegakkan adalah akselerasi fisik dan ekonomi. Sepanjang tahun 2025, belanja modal pemerintah pusat di Jawa Timur telah berhasil merampungkan berbagai proyek infrastruktur strategis. Pembangunan dan preservasi jalan serta jembatan tidak hanya memperlancar konektivitas logistik antar-kabupaten/kota, namun juga memberikan multiplier effect bagi pemulihan ekonomi regional. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung bagi geliat UMKM dan industri lokal untuk bangkit lebih kuat pasca-tantangan ekonomi global.
Di sisi lain, APBN hadir dengan wajah humanis melalui penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Investasi besar-besaran dialirkan untuk perbaikan sarana pendidikan, mulai dari rehabilitasi gedung sekolah/madrasah hingga modernisasi fasilitas perguruan tinggi. Di sektor kesehatan, peningkatan fasilitas rumah sakit dan puskesmas terus didorong demi layanan kesehatan yang prima. Tak lupa, sebagai bentuk perlindungan sosial, negara konsisten menyalurkan berbagai subsidi dan bantuan sosial yang tepat sasaran untuk menjaga daya beli masyarakat rentan, sembari terus memperkuat ketahanan pangan melalui dukungan infrastruktur pertanian, irigasi, dan bantuan alsintan bagi para petani Jawa Timur.

Namun, pembangunan yang berkelanjutan tidak melulu soal beton dan bantuan tunai. Tahun 2025 juga menjadi momentum penting bagi APBN untuk menunjukkan keberpihakannya pada kelestarian alam dan identitas bangsa. Di Jawa Timur, sebagian porsi anggaran dimanifestasikan dalam upaya konservasi lingkungan yang masif. Program rehabilitasi hutan dan penanaman mangrove di pesisir utara dan selatan Jawa Timur digalakkan demi mencegah abrasi serta mendukung target penurunan emisi karbon. Langkah ini adalah investasi hijau untuk mewariskan lingkungan yang layak huni bagi generasi mendatang.
Selaras dengan itu, APBN turut merawat jiwa bangsa melalui pemeliharaan warisan budaya nusantara. Alokasi anggaran untuk revitalisasi cagar budaya, pemugaran situs sejarah, serta dukungan pada desa adat di Jawa Timur menjadi bukti bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh menggerus kearifan lokal.
Secara keseluruhan, kinerja output APBN 2025 di Jawa Timur telah meletakkan fondasi yang kokoh: ekonomi yang tumbuh, rakyat yang terlindungi, alam yang lestari, dan budaya yang terjaga. Melalui peran Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur dalam mengawal akuntabilitas perbendaharaan, setiap rupiah uang rakyat dipastikan kembali memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran Bumi Majapahit.




