
Surabaya, 31 Maret — Dalam rangka memperkuat budaya keamanan informasi di era transformasi digital, Kanwil DJPb Jawa Timur menyelenggarakan Sosialisasi Peningkatan Security Awareness dalam Mendukung Keamanan Informasi dan Perlindungan Data secara daring melalui Microsoft Teams, Selasa (31/3). Kegiatan ini diikuti oleh 434 peserta yang terdiri atas pejabat dan pegawai KPPN se-Jawa Timur, serta pejabat perbendaharaan satuan kerja mitra KPPN di wilayah Jawa Timur.
Kegiatan dibuka oleh pewara dan diawali dengan injeksi nilai-nilai antikorupsi melalui pemutaran video edukasi pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dalam sambutannya, Kepala Bidang Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur, Alexander Budi Dayantoro, menegaskan bahwa keamanan informasi saat ini bukan lagi sekadar urusan unit teknologi informasi, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pengguna sistem.
“Di tengah transformasi digital Direktorat Jenderal Perbendaharaan, faktor manusia kerap menjadi titik paling rentan dalam keamanan data strategis negara. Karena itu, peningkatan security awareness menjadi sangat penting agar seluruh transaksi keuangan negara tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga aman dari potensi kebocoran data,” ujarnya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Mukhammad Gufron Ikhsan, S.E., M.T., Pranata Komputer Muda pada Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai regulasi yang menjadi dasar penguatan keamanan informasi di lingkungan Kementerian Keuangan, sekaligus memaparkan perkembangan ancaman siber yang semakin kompleks.
Berbagai bentuk ancaman digital yang dibahas antara lain phishing, fake BTS, stealer malware, penyalahgunaan browser extension, hingga deepfake yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meniru identitas seseorang. Peserta juga diingatkan agar tidak sembarangan menginstal aplikasi, selalu waspada terhadap email mencurigakan, serta menghindari penggunaan perangkat dan jaringan yang tidak terpercaya.
Selain itu, narasumber menekankan pentingnya penerapan langkah-langkah dasar keamanan informasi, seperti penggunaan password yang kuat dan berbeda untuk setiap akun, aktivasi multi-factor authentication (MFA), serta penggunaan software resmi atau berlisensi. Dalam sesi tanya jawab, peserta juga berdiskusi mengenai keamanan penggunaan Google Form untuk data sensitif, serangan email bombing, dasar hukum perlindungan data pribadi, hingga risiko penggunaan software bajakan.
Melalui kegiatan ini, Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur berharap seluruh pegawai dan mitra kerja semakin waspada, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan data serta integritas sistem, sebagai bagian penting dalam mendukung pengelolaan keuangan negara yang andal dan aman.




