“IMPLEMENTASI KEBIJAKAN FISKAL REGIONAL JAWA TIMUR”
Surabaya, 20 Oktober 2025, Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan Press Conference ALCo APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d 30 September 2025 bertempat di Surabaya dan secara daring melalui Ms Teams mulai pukul 13.00 s.d. selesai yang dihadiri peserta dari Perwakilan Kementerian Keuangan serta Local Expert Kementerian Keuangan Jawa Timur.
A. Perkembangan Ekonomi Regional Jawa Timur
- Perekonomian Jawa Timur pada Triwulan II-2025 tumbuh sebesar 5,23% (yoy). Konsumsi Rumah Tangga resilien, aktivitas investasi dan ekspor yang meningkat menjadi penopang.
- Inflasi Jatim terkendali, Inflasi bulan September 2025 sebesar 2,53% (yoy). Realisasi Belanja APBN dalam Program Pengendalian Inflasi yang sejalan dengan 4K:
- K1 Keterjangkauan Harga terealisasi Rp134 juta
- K2 Ketersediaan Pasokan Rp361,79 miliar
- K3 Kelancaran distribusi Rp43,17 miliar
- K4 Komunikasi efektif Rp4,38 miliar
- Neraca Perdagangan Jatim kumulatif Januari-Agustus 2025 mengalami Surplus US$0,24 miliar, ditopang oleh meningkatnya NP Non Migas. Secara kumulatif, golongan perhiasan/permata menjadi komoditas ekspor non migas terbesar di Jawa Timur
B. Perkembangan Realisasi APBN Regional Jawa Timur
Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp178,56 triliun atau 63,15% dari target sebesar Rp282,76 triliun. Terdiri dari Penerimaan Perpajakan terealisasi sebesar 61,97% (Rp171,86 triliun) dari target Rp277,32 triliun dan PNBP telah melampaui target dengan capaian 123,11% (Rp6,69 triliun) dari target Rp5,44 triliun. Penerimaan Perpajakan terdiri dari Penerimaan Pajak pada Ditjen Pajak sebesar Rp71,32 triliun (55,51% dari target Rp128,48 triliun) dan penerimaan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp100,54 triliun (67,55% dari target Rp148,83 triliun).
Realisasi Belanja Negara sampai dengan September 2025 sebesar Rp92,09 triliun atau 72,97% dari pagu Belanja Negara di Jawa Timur. Kinerja Belanja Negara terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp28,64 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp63,45 triliun.
C. Kinerja APBN Jawa Timur
1. Penerimaan Negara
a. Pajak (DJP):
- Hingga September 2025, Penerimaan Pajak (netto) mencapai Rp71,32 triliun.
- Sektor Industri Pengolahan menjadi sektor usaha dengan penerimaan pajak terbesar sebesar Rp47,37 triliun (56,2%) dari Penerimaan Pajak (bruto) sebesar Rp84,28 triliun.
b. Bea Cukai (DJBC):
- Penerimaan Kepabeanan dan Cukai s.d. September 2025 mencapai Rp100,54 triliun (67,55% dari target APBN) tumbuh 4,0% (yoy).
- Cukai sebesar Rp95,67 triliun (67,20% dari target APBN), tumbuh 4,36% (yoy) dipengaruhi antara lain oleh kebijakan penundaan pelunasan 90 hari yang tidak diterapkan tahun ini.
- Bea Masuk sebesar Rp4,42 triliun (69,71% dari target APBN), terkontraksi 9,44% (yoy) dipengaruhi kebijakan ketahanan pangan domestik sejalan dengan upaya swasembada dan peningkatan pemanfaatan fasilitas Free Trade Agreement;
- Bea Keluar sebesar Rp445,36 miliar (378,87% dari target APBN), tumbuh 418,97% (yoy) didorong kenaikan harga CPO.
c. PNBP
Hingga 30 September 2025 realisasi PNBP tetap terjaga mencapai Rp6,69 triliun (123,11% dari target) tumbuh 9,5% (yoy).
- PNBP Lainnya: tumbuh sebesar 1,32% (yoy). PNBP Lainnya meningkat terutama berasal dari Pelayanan Pertanahan, Penerbitan STNK, Pendapatan Paspor, Pendapatan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor, dan Pendapatan Jasa Kepelabuhan.
- PNBP BLU: tumbuh 17,78% (yoy) disebabkan oleh pertumbuhan yang tertinggi dari pelayanan rumah sakit yang tumbuh mencapai 17,26% (yoy), dan berkontribusi tertinggi kedua dengan proporsi 36,8% dari total realisasi Pendapatan BLU. Sementara tertinggi pertama yaitu dari pelayanan Pendidikan tumbuh 8% (yoy) dengan kontribusi mencapai 49,6% dari total realisasi pendapatan BLU.
d. Pengelolaan Aset
Dari pengelolaan aset, realisasi Lelang, PNBP Pengelolaan BMN dan Piutang Negara s.d. September 2025 yang dilaksanakan DJKN, diuraikan sebagai berikut:
- Realisasi pokok lelang Kanwil DJKN Jatim s.d. September 2025 mencapai Rp4,19 triliun atau 76,91% dari target;
- Realisasi PNBP Lelang sebesar Rp132,94 miliar atau 106,46% dari target Rp124,87 miliar;
- Realisasi PNBP Pengurusan Piutang Negara Rp323,29 Juta atau 210,75% dari target Rp153,4 juta;
- Realisasi PNBP Aset Rp142,06 miliar atau 86,02% dari target Rp165,14 miliar
2. Belanja Kementerian Lembaga
a. Belanja Pemerintah Pusat
Berdasarkan jenis belanja, realisasi per 30 September 2025 terdiri dari:
- Belanja Pegawai sebesar Rp18,73 triliun dengan tingkat penyerapan 77,53%
- Belanja Barang sebesar Rp7,40 triliun dengan penyerapan 52,77%
- Belanja Modal sebesar Rp2,41 triliun atau 42,27%
- Belanja Bantuan Sosial (Bansos) mencapai Rp99,66 miliar atau 71,79%
Data ini menunjukkan bahwa belanja pegawai masih menjadi komponen dengan porsi penyerapan tertinggi, sementara belanja modal masih relatif rendah pada kuartal III 2025.
b. Realisasi Anggaran Kesehatan
Realisasi anggaran Kesehatan s.d. September 2025 sebesar 612,78 miliar atau 58,98% dari pagu Rp1,04 triliun. Pemanfaatan untuk Program Pelayanan Kesehatan dan JKN senilai Rp66,35 M (54,70%) dan Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana senilai Rp31,12 M (23,14%).
c. Belanja Anggaran Pendidikan
Belanja Pendidikan terealisasi Rp7,24 triliun atau 64,27% dari pagu Rp12,82 triliun. Pemanfaatannya antara lain untuk Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran senilai Rp1,38 T (65,07%) dan Program Pendidikan Tinggi senilai Rp1,33 T (43,67%).
d. Program Makan Bergizi Gratis Jawa Timur
Realisasi belanja MBG Jatim s.d 10 Oktober 2025 sebesar Rp938 Miliar, dan merupakan realisasi tertinggi ketiga setelah Provinsi Jawa Barat dan jawa Tengah. Capaian Program MBG di Jatim masih rendah jumlah SPPG 1.424 (34%) dari target 4.177 SPPG tersebar di 38 Kab/Kota, petugas SPPG: 47.405 orang, Supplier MBG: 1.875, Penerima Manfaat: 4.167.476 penerima (47%) dari target 8.777.331 penerima, tertinggi di Kab. Malang 272.880 penerima.
e. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
Jatim peringkat kedua nasional dalam pelaksanaan PKG dengan capaian s.d. 12 Oktober 2025 sebanyak 7.971.808 jiwa pendaftar (18,94%) dan 7.544.191 jiwa kehadiran (17,92%) dari target 36% di tahun 2025. Kelompok usia Dewasa III Perempuan (usia 40-59 th) menjadi kelompok usia yang menerima layanan PKG paling banyak yaitu 1.092.132 Jiwa (17,69%). Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki sebesar 43,1% dan perempuan 56,9%. Dari segi anggaran realisasi s.d. September 2025 sebesar Rp7.17 miliar.
3. Transfer Ke Daerah
Secara Keseluruhan, TKD mengalami pertumbuhan realisasi (yoy), Pertumbuhan TKD disebabkan oleh peningkatan dari DBH yang tumbuh Impresif mencapai 24,30% (yoy) utamanya dari Dana Bagi Hasil Minyak Bumi, sejalan dengan pergerakan harga minyak dunia yang meningkat.
- Dukungan APBN kepada APBD melalui TKD per September 2025 terealisasi sebesar Rp63,45 triliun (77,21% dari pagu Rp82,19 triliun).
- Realiasi DBH terealisasi Rp9,02 triliun tumbuh 24,30% (yoy).
- Realisasi DAU Rp34,46 triliun tumbuh 0,98% (yoy).
- Realisasi DAK Fisik sebesar Rp281,61 miliar tumbuh -81,76% (yoy).
- Realisasi DAK Non Fisik terealisasi Rp12,34 triliun tumbuh 3,10% (yoy).
- Realisasi Insentif Fiskal terealisasi Rp401,39 miliar tumbuh -37,87% (yoy).
- Dana Desa terealisasi Rp6,95 triliun tumbuh -9,44% (yoy).
-----------------------------------------------------------------
Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur
Surabaya, 20 Oktober 2025






