“IMPLEMENTASI KEBIJAKAN FISKAL REGIONAL JAWA TIMUR”
Surabaya, 22 Januari 2026, Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan Press Conference ALCo APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d 31 Desember 2025 yang dilaksanakan secara hybrid bertempat di Surabaya dan secara daring melalui Ms Teams mulai pukul 13.00 s.d. selesai yang dihadiri peserta dari Perwakilan Kementerian Keuangan serta Local Expert Kementerian Keuangan Jawa Timur.
A. Perkembangan Ekonomi Regional Jawa Timur
- Inflasi Jawa Timur bulan Desember terkendali sebesar 2,93% (yoy/ytd), dan 0,76% (mtm). Inflasi terkendali dengan ketersediaan bahan pangan , menjaga daya beli masyarakat.
- Secara kumulatif tahun 2025, Jatim mengalami surplus 0,96 Miliar USD. NP meningkat 4,62 Miliar USD dibanding periode yang sama tahun 2024. Nilai ekspor (27,63 miliar USD) mengalami kenaikan 15,33%, namun impor (26,68 miliar USD) turun 3,42%.Surplus Neraca Perdagangan dipengaruhi oleh kinerja perdagangan sektor nonmigas yang mengalami surplus sebesar 4,71 miliar USD. Sedangkan sektor migas mengalami defisit sebesar 3,75 miliar USD.
- Nilai Tukar Petani jawa Timur bulan Desember 2025 sebesar 118,96, naik 3,95% (mtm), dan 6,25% (yoy). Komoditas yang memiliki andil terbesar pada kenaikan indeks harga yang diterima petani yakni: cabai rawit, bawang merah, gabah, telur ayam ras, ayam ras pedaging, kacang tanah, jagung, wortel, tomat, dan kol/kubis.
B. Perkembangan Realisasi APBN Regional Jawa Timur
Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp253,31 triliun atau 88,97% dari target sebesar Rp284,72 triliun. Terdiri dari Penerimaan Perpajakan terealisasi sebesar 87,60% (Rp244,60 triliun) dari target Rp279,23 triliun dan PNBP telah melampaui target dengan capaian 158,95% (Rp8,71 triliun) dari target Rp5,48 triliun. Penerimaan Perpajakan terdiri dari Penerimaan Pajak pada Ditjen Pajak sebesar 109,90 triliun (85,54% dari target Rp128,48 triliun) dan penerimaan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp134,70 triliun (89,35% dari target Rp150,75 triliun).
Realisasi Belanja Negara sampai dengan Desember 2025 sebesar Rp126,43 triliun atau 96,98% dari pagu Belanja Negara di Jawa Timur. Kinerja Belanja Negara terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp44,38 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp82,04 triliun.
C. Kinerja APBN Jawa Timur
1. Penerimaan Negara
a. Pajak (DJP):
- Sampai dengan 31 Desember 2025, di Provinsi Jawa Timur, PPN dan PPnBM berkontribusi pada penerimaan sebesar 57,45% dan PPh Non Migas sebesar 36,26%.
- Sektor Industri Pengolahan menjadi sektor usaha dengan penerimaan pajak terbesar sebesar Rp61,38 triliun (55,9%)
b. Bea Cukai (DJBC):
- Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp134,70 T turun 3,88% (yoy).
- Bea Masuk Rp 6 T (98,53% target APBN) kontraksi 10,19% (yoy) dipengaruhi melambatnya pertumbuhan impor dan meningkatnya utilisasi FTA.
- Bea Keluar Rp579,53 M (592,24% target APBN) tumbuh 184,12% (yoy) didorong kenaikan harga CPO dan volume ekspor produk sawit.
- Cukai Rp 128,12 T, (88,63%) target APBN), kontraksi 3,58% (yoy) sejalan dengan turunnya produksi hasil tembakau sebesar 2,76% (yoy).
c. PNBP
Hingga Desember 2025 realisasi PNBP tetap terjaga mencapai Rp8,71 triliun (158,95% dari target).
- PNBP Lainnya: PNBP Lainnya sampai dengan 31 Desember 2025 mencapai Rp4,09 triliun, turun 7,44% dibanding TA 2024. Kontribusi terbesar PNBP Lainnya berasal dari Pendapatan Pelayanan Pertanahan (10,07%), Pendapatan Penerbitan STNK (8,92%), dan Pendapatan Paspor (8,02%).
- PNBP BLU: Pendapatan BLU sampai dengan 31 Desember 2025 mencapai Rp4,62 triliun, naik 13,78% dari TA 2024. Kontribusi terbesar Pendapatan BLU berasal dari Jasa Pelayanan Pendidikan (46,23%), Jasa Pelayanan Rumah Sakit (39,13%), dan Hasil Kerja Sama Lembaga/ Badan Usaha (5,48%).
d. Pengelolaan Aset
Dari pengelolaan aset, realisasi Lelang, PNBP Pengelolaan BMN dan Piutang Negara s.d. Desember 2025 yang dilaksanakan DJKN, diuraikan sebagai berikut:
- Realisasi pokok lelang Kanwil DJKN Jatim mencapai Rp5,82 triliun atau 106,83% dari target Rp5,44 miliar;
- Realisasi PNBP Lelang sebesar Rp178,21 miliar atau 142,71% dari target Rp124,87 miliar;
- Realisasi PNBP Pengurusan Piutang Negara Rp370,25 Juta atau 241,36% dari target Rp153,4 juta;
- Realisasi PNBP Aset Rp189,56 miliar atau 114,78% dari target Rp165,14 miliar.
2. Belanja Kementerian Lembaga
a. Belanja Pemerintah Pusat
Berdasarkan jenis belanja, realisasi per Desember 2025 terdiri dari::
- Belanja Pegawai sebesar Rp25,43 triliun dengan tingkat penyerapan 98,97%
- Belanja Barang sebesar Rp12,88 triliun dengan penyerapan 89,04%
- Belanja Modal sebesar Rp5,94 triliun atau 90,54%
- Belanja Bantuan Sosial (Bansos) mencapai Rp134,58 miliar atau 99,83%
b. Realisasi Anggaran Kesehatan
Realisasi Program Pelayanan Kesehatan dan JKN (Rp109,18 M / 75,56%), dan realisasi Program Pembangunan Keluarga dan Pengendalian Penyakit (Rp82,59 M/74,04%).
c. Belanja Anggaran Pendidikan
Realisasi Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran (Rp2,36 T/ 98,27%), dan realisasi Program Pendidikan Tinggi (Rp2,48 T/ 78,77%).
d. Program Makan Bergizi Gratis Jawa Timur
Realisasi Program MBG Jawa Timur tertinggi ketiga Nasional dengan realisasi sebanyak 7.20 Juta penerima manfaat terdiri dari anak sekolah dan Santri sebanyak 6.714.267 jiwa, Balita 308.325 jiwa, dan Ibu Hamil dan Ibu Menyusui 153.673 jiwa.
e. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
Jatim peringkat kedua nasional dalam pelaksanaan PKG dengan capaian 13.286.214 jiwa pendaftar (31,57%%) dan 12.900.473 jiwa kehadiran (30,65%) dari target di tahun 2025 sebesar 36% sasaran. Kelompok usia Dewasa III Perempuan (usia 40-59 th) menjadi kelompok usia yang menerima layanan PKG paling banyak yaitu 1.092.132 Jiwa (17,69%). Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki sebesar 44,7% dan perempuan 55,3%.
3. Transfer Ke Daerah
Realisasi TKD terhadap pagu cukup tinggi dan sisanya akan dioptimalkan sebagai kas daerah. Kenaikan Realisasi terbesar pada DBH, DAK Non Fisik, dan DAU sedangkan jenis lainnya mengalami penurunan.
- Dukungan APBN kepada APBD melalui TKD per Desesmber 2025 terealisasi sebesar Rp82,04 triliun (98,24% dari pagu).
- Realiasi DBH terealisasi Rp12,97 triliun tumbuh 18,92% (yoy).
- Realisasi DAU Rp43,21 triliun tumbuh 1,70% (yoy).
- Realisasi DAK Fisik sebesar Rp791,33 miliar tumbuh -76,64% (yoy).
- Realisasi DAK Non Fisik terealisasi Rp16,97 triliun tumbuh 10,12% (yoy).
- Realisasi Insentif Fiskal terealisasi Rp610,93 miliar tumbuh -37,78% (yoy).
- Dana Desa terealisasi Rp7,47 triliun tumbuh -9,50% (yoy).
----------------------------------------------------------------
Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur
Surabaya, 22 Januari 2026






