Kajian Fiskal Regional (KFR) merupakan dokumen kajian yang disusun oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan, yang menggambarkan profil dan dinamika kondisi fiskal di masing-masing wilayah. KFR juga merupakan mandat yang diberikan oleh Menteri Keuangan melalui KMK nomor 264 Tahun 2023 guna untuk mendukung peningkatan pengelolaan fiskal dan perekonomian didaerah melalui peran Regional Chief Economist (RCE). Analisis tematik yang diangkat pada KFR Triwulan I 2024 adalah Analisis Efektivitas Belanja Pembangunan Infrastruktur Konektivitas.
Infrastruktur konektivitas seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. Infrastruktur yang baik memungkinkan distribusi barang dan jasa menjadi lebih efisien, mengurangi biaya logistik, dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional. Dengan infrastruktur yang memadai, wilayah-wilayah yang sebelumnya terpencil dapat lebih mudah terhubung dengan pusat-pusat ekonomi, sehingga memperluas akses pasar bagi produsen lokal dan menarik investasi dari luar. Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu upaya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Di Kalimantan Barat, Infrastruktur Konektivitas terdiri atas konektivitas darat, laut, dan udara. Ketiganya memiliki peranan penting dalam mendorong perekonomian daerah. Pembangunan infrastruktur konektivitas di Kalimantan Barat tidak lepas dari peranan penting APBN khususnya Belanja K/L. Belanja infrastruktur konektivitas di Kalimantan Barat dialokasikan kepada 2 K/L yaitu Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. Pada tahun 2023, alokasi belanja K/L untuk infrastruktur konektivitas di Kalimantan Barat mencapai 23,87% atau sebesar Rp2,81 Triliun dari total belanja K/L, dan merupakan alokasi tertinggi selama 5 tahun terakhir. Dari alokasi tersebut, sekitar 98% diantaranya merupakan alokasi untuk kerangka investasi fisik yang terbagi menjadi anggaran pembangunan dan pemeliharaan. Anggaran pemeliharaan memiliki porsi yang lebih kecil dibandingkan dengan anggaran pembangunan. Ini menunjukkan efektivitas pembangunan infrastruktur konektivitas di Kalimantan Barat sudah baik. Selain itu, terdapat kontribusi dari DAK Fisik bidang jalan untuk pembangunan jalan daerah.

Selengkapnya seputar KFR dengan tema “Analisis Efektivitas Belanja Pembangunan Infrastruktur Konektivitas” dapat diakses melalui tautan: https://linktr.ee/KFRKalbar.










