
Pendapatan APBN di Sulawesi Barat Tahun 2025 mencapai Rp1.453,19 miliar atau 123,98 persen dari target sebesar Rp1.172,13 miliar. Capaian tersebut didominasi oleh kinerja pajak perdagangan internasional yang tumbuh positif, khususnya bea keluar yang mencapai Rp465,24 miliar. Capaian bea keluar ini tumbuh 266,39 persen (yoy), yang didorong oleh meningkatnya kegiatan ekspor CPO dan produk turunannya melalui KPPBC Pantoloan dan KPPBC Parepare, seiring kenaikan harga referensi CPO dan produk turunannya pada tahun 2025. Begitupun dengan kinerja PNBP di Sulawesi Barat menunjukkan tren yang positif, dengan realisasi sebesar Rp202,89 miliar atau meningkat 18,26 persen (yoy), yang didominasi oleh pendapatan biaya Pendidikan dari Unsulbar, STAIN Majene, dan Poltekkes Mamuju sebesar Rp55,69 miliar.
Belanja APBN di Sulawesi Barat Tahun 2025 mencapai Rp10.029,61 miliar atau 96,28 persen dari pagu sebesar Rp10.416,73 miliar. Belanja APBN tersebut terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat (BPP) yang terealisasi sebesar Rp3.599,99 miliar atau 93,38 persen dari pagu sebesar Rp3.855,10 miliar dan Transfer ke Daerah (TKD) yang terealisasi sebesar Rp6.429,62 miliar atau 97,99 persen dari pagu sebesar Rp6.429,62 miliar. Realisasi BPP didominasi oleh belanja pegawai yang terealisasi sebesar Rp1.514,39 miliar. Adapun realisasi belanja barang mencapai Rp1.236,46 miliar, belanja modal sebesar Rp839,37 miliar, serta belanja sosial sebesar Rp9,78 miliar.
Kinerja realisasi penyaluran TKD terdiri dari penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) yang terealisasi sebesar Rp4.484,84 miliar, Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp76,92 miliar, DAK Fisik sebesar Rp286,24 miliar, DAK Non Fisik sebesar Rp1.123,37 miliar dan Insentif Fiskal sebesar Rp13,48 miliar. Selain itu, realisasi Dana Desa sebesar Rp444,78 miliar. Secara keseluruhan, kinerja APBN tahun 2025 menunjukkan capaian yang lebih baik dibandingkan tahun 2024. Realisasi pendapatan negara pada tahun 2025 mencapai 123,98 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 107,10 persen. Demikian pula realisasi belanja negara pada tahun 2025 mencapai 96,28 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 sebesar 96,00 persen. Capaian tersebut menunjukkan efektivitas instrumen fiskal dalam mendukung pemulihan ekonomi serta penguatan fondasi pembangunan di Provinsi Sulawesi Barat. Optimalisasi penerimaan negara dan percepatan realisasi belanja, khususnya melalui Transfer ke Daerah yang difokuskan pada pelaksanaan program prioritas pemerintah hingga tingkat desa, menjadi langkah penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik. Selain itu, sinergi antara instansi vertikal dan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar manfaat APBN dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat di Sulawesi Barat, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.

