Perekonomian Sultra di triwulan I 2021 telah memasuki zona positif dengan capaian 0,06%. Ekspor Sultra menjadi penentu bagi tumbuhnya perekonomian Sultra dengan pertumbuhan mencapai 75,33%. Tingkat Pengangguran (TPT) Terbuka di Sultra turun 5,85% atau sebesar 4,22% dari total Angkatan kerja per Februari 2021. Nilai Tukar Petani (NTP) turun dari 97,28 di Desember 2020 menjadi 96,89 di akhir triwulan I 2021. Kesejahteraan petani masih perlu ditingkatkan terutama untuk petani pada subsektor perkebunan rakyat.
Kinerja realisasi APBN lingkup Sultra sampai dengan triwulan I 2021 telah berlangsung baik. Pendapatan negara meningkat 18,09% dibanding triwulan I 2020. Realisasi belanja pemerintah konsolidasian pada triwulan I 2021 telah mencapai 18,26%. Meskipun realisasi tersebut sedikit lebih rendah dibanding triwulan I 2020 namun belanja yang paling besar menyumbang realisasi belanja adalah belanja modal sebesar Rp271,13 miliar yang memberikan dampak ekonomi lebih kuat.
Pendapatan pemda telah mencapai 48,01% dari target sementara realisasi belanja telah mencapai 39,29% dari pagu belanja. Realisasi pajak daerah meningkat 480% setara dengan Rp357,72 miliar.
Transfer pemerintah pusat ke daerah men-discourage pemda untuk mengumpulkan PAD-nya dan menciptakan fenomena “Flypaper Effect”. Berdasarkan analisis Generalized Methode Moment (GMM), diketahui bahwa transfer daerah berupa Dana Alokasi Umum dan Dana Desa memberikan pengaruh kepada PAD namun dengan pengaruh yang negatif, sementara jenis transfer lain tidak memberikan pengaruh pada PAD.
Simak detail Kajian Fiskal Regional Triwulan I 2021 Sultra pada tautan berikut: http://bit.ly/KFR_TW12021.








