
Kendari, 30 Juni 2025 - Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah yang andal, relevan, dan transparan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menyelenggarakan Workshop Kupas Akuntansi dan Cerdas Keuangan Sambil Mengobrol Sante (Kacang Mete) edisi Triwulan II. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Juni 2025, secara hybrid, yaitu luring di Aula Kanwil DJPb Sultra dan daring melalui Microsoft Teams .
Workshop ini diikuti oleh para penyusun laporan keuangan dari 31 Satker UAPPA-W, seluruh UAKPA di wilayah Sulawesi Tenggara, serta perwakilan Kepala KPPN se-Sultra. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam menyampaikan update kebijakan, mengevaluasi pelaporan keuangan tahun 2024 dan membekali peserta dalam persiapan pelaporan tahun 2025.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sultra, Bapak Iman Widhiyanto, menyampaikan apresiasi atas kerja keras Satker dalam menjaga kualitas laporan keuangan yang ditandai dengan kembali diraihnya opini WTP dari BPK untuk kesembilan kalinya. Beliau juga menegaskan pentingnya integritas dan kolaborasi semua pihak dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kegiatan ini juga menjadi ajang pemberian penghargaan kepada Satker UAPPA-W dengan laporan keuangan terbaik tahun 2024. Penilaian dilakukan berdasarkan laporan Semester I, Triwulan III, hingga laporan tahunan audited dan unaudited . Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh Satker untuk terus menjaga kualitas pelaporan.
Sesi materi diisi oleh dua narasumber utama, yakni Bapak Fandi Zaenudinsyah (Kasi PSAPP) dan Bapak Ari Setiawan (Kasi SPB), dimoderatori oleh Kabid PAPK Kanwil DJPb Sultra, Bapak Wahyu Widhianto. Materi yang dibahas mencakup hasil pemeriksaan BPK, evaluasi pelaporan tahun 2024, penyusunan laporan tahun 2025, serta pembaruan kebijakan akuntansi. Tak ketinggalan, narasumber juga memperkenalkan kembali layanan konsultasi online KONAWE sebagai solusi cepat dan praktis bagi Satker.
Dalam sesi diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar jurnal balik atas belanja yang belum terbayar, perlakuan terhadap KDP yang tertunda akibat pemeriksaan hukum, serta penanganan rekening bendahara yang tidak lagi aktif. Narasumber memberikan jawaban teknis dan solutif, mendorong pemahaman yang lebih menyeluruh bagi seluruh peserta.
Melalui workshop ini, diharapkan seluruh peserta dapat lebih siap menghadapi tantangan pelaporan keuangan tahun 2025, serta terus berupaya memperbaiki kualitas laporan keuangan secara berkelanjutan. Workshop Kacang Mete bukan hanya ajang berbagi informasi, tetapi juga ruang untuk memperkuat sinergi dan semangat kolektif menuju tata kelola keuangan negara yang lebih baik.



