Jl. Mayjen Sutoyo No. 34, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

Berita

Seputar Kanwil DJPb

APBNKITA Februari 2026: Stabilitas Terjaga, Momentum Pertumbuhan Terus Didorong

 

Kinerja perekonomian Indonesia pada awal tahun 2026 menunjukkan fundamental yang tetap kuat dan stabil. Melalui pengelolaan APBN yang prudent dan responsif, Pemerintah terus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mendorong daya beli masyarakat dan perbaikan iklim investasi.

Stabilitas Makroekonomi Tetap Terjaga
Momentum pertumbuhan ekonomi nasional terus berlanjut. Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,39% (year on year/yoy), sementara secara keseluruhan tahun 2025 tercatat tumbuh 5,11% (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 sebesar 5,03% dan 2023 sebesar 5,05%, menunjukkan penguatan ekonomi yang konsisten.

Berbagai indikator makro turut mencerminkan stabilitas yang terjaga:
- Inflasi terkendali pada level 3,55% (yoy) per Januari 2026.
- Jumlah penduduk bekerja meningkat menjadi 147,9 juta orang per November 2025, naik 3,3 juta orang dibanding Agustus 2024.
- Tingkat pengangguran menurun menjadi 4,74% per November 2025 (dari 4,85% pada Agustus 2025).
- Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25% per September 2025, membaik dari 8,57% pada September 2024.
- Neraca perdagangan mencatat surplus selama 68 bulan berturut-turut, dengan total surplus Januari–Desember 2025 sebesar USD 41,05 miliar (naik 31% yoy).
- Cadangan devisa tetap memadai pada posisi USD 154,6 miliar per Januari 2026.
- Arus modal asing masuk (capital inflow) mencapai Rp18,4 triliun (year to date 20 Februari 2026).

Capaian tersebut menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Stimulus Konsumsi Ramadan–Idulfitri
Dalam rangka menjaga daya beli dan mendukung mobilitas masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri, Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus.

Pada sektor transportasi, dialokasikan anggaran Rp0,92 triliun untuk diskon tiket, meliputi:
- Diskon 30% tiket kereta api (PT KAI),
- Diskon 30% tarif dasar angkutan laut (PT PELNI),
- Diskon 100% tarif jasa kepelabuhanan untuk angkutan penyeberangan (PT ASDP),
- Diskon 17–18% tiket angkutan udara.

Selain itu, Pemerintah menyalurkan Bantuan Pangan sebesar Rp14,09 triliun kepada 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (desil 1–4). Pemerintah juga mengalokasikan Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi 10,5 juta ASN, prajurit TNI, anggota Polri, serta pensiunan dan penerima pensiun.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Belanja Negara Dorong Pertumbuhan Awal 2026

Memasuki Triwulan I 2026, Pemerintah memastikan percepatan belanja negara dengan proyeksi realisasi mencapai Rp809 triliun.

Belanja tersebut antara lain dialokasikan untuk:
- Rp62 triliun percepatan program MBG,
- Rp6 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatra,
- Rp55 triliun untuk pembayaran THR ASN/TNI/Polri,
- Rp15 triliun untuk paket stimulus ekonomi.

Belanja negara di awal tahun menjadi instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan dan mengantisipasi perlambatan eksternal.

Perbaikan Iklim Investasi melalui Debottlenecking

Pemerintah juga terus melakukan debottlenecking untuk memperbaiki iklim investasi. Hingga 20 Februari 2026, tercatat 89 aduan masuk, dengan 46 aduan telah disidangkan dan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi.

Dampak konkret dari upaya tersebut antara lain:
- Potensi pengurangan impor BBM sebesar 30 ribu kiloliter,
- Kelanjutan pengolahan 365 ribu ton sampah per tahun,
- Penguatan daya saing sektor logistik nasional,
- Peningkatan kepastian hukum dan kepastian berusaha.

Dorongan Investasi Strategis
Upaya percepatan investasi juga dilakukan melalui berbagai proyek strategis, antara lain:
- Rp90 triliun untuk pembangunan 30 ribu unit KDMP (APBN dan Danantara),
- Rp20 triliun untuk pembangunan 190 ribu unit rumah (APBN dan Danantara, termasuk komersial, subsidi, dan bantuan renovasi),
- Rp110 triliun atau sekitar USD 7 miliar untuk groundbreaking proyek hilirisasi Danantara.

Dorongan konsumsi juga diperkuat selama momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idulfitri melalui kebijakan Work From Anywhere (WFA).

APBN sebagai Shock Absorber dan Motor Pertumbuhan

Secara keseluruhan, APBN terus berperan sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas sekaligus sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Kombinasi stabilitas makro, stimulus konsumsi, percepatan belanja, serta perbaikan iklim investasi menjadi fondasi penting dalam menjaga optimisme perekonomian Indonesia di awal tahun 2026.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Kanwil DJPb Prov. Sultra
Jalan Mayjen Sutoyo No.34, Tipulu, Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search