Dalam rangka memperingati Hari Ayah Nasional yang jatuh pada 12 November serta menyambut Hari Ibu pada 22 Desember, KPPN Balikpapan menyelenggarakan kegiatan refleksi internal mengenai peran ayah dan ibu yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Keuangan dalam menjaga keharmonisan keluarga di tengah tuntutan pekerjaan dan tantangan jarak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025, sebagai bentuk apresiasi sekaligus ruang edukasi bagi pegawai mengenai pentingnya komunikasi dan keseimbangan peran keluarga.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas besar yang diemban ASN, mulai dari penugasan hingga mutasi ke berbagai wilayah, terdapat perjuangan pribadi yang tidak kalah penting, yaitu menjaga kehangatan dan kedekatan keluarga. ASN Kemenkeu dituntut siap ditempatkan di seluruh Indonesia, sehingga tidak sedikit pegawai yang harus menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangan maupun anaknya. Kondisi tersebut membawa tantangan tersendiri dalam pengasuhan anak dan pemenuhan kebutuhan emosional keluarga.
Penelitian menunjukkan bahwa keterpisahan fisik orang tua dapat berdampak pada kondisi psikologis anak, terutama apabila komunikasi tidak terjaga dengan baik. Padahal, peran ayah dan ibu tidak dapat digantikan. Ayah berperan sebagai teladan dan pelindung, sementara ibu menjadi pusat empati dan kelembutan yang membentuk karakter anak. Keduanya menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang sehat.
Melalui kegiatan refleksi ini, KPPN Balikpapan menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk menjaga kelekatan keluarga. Komunikasi melalui panggilan video, pesan suara, atau rutinitas virtual seperti doa bersama sebelum tidur dinilai efektif dalam mempertahankan kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Interaksi hangat dan konsisten, meski dilakukan secara daring, terbukti mampu mengurangi dampak negatif dari hubungan jarak jauh.
Beberapa pegawai juga berbagi praktik baik berupa ritual keluarga virtual yang mereka lakukan, mulai dari sarapan daring, menonton film bersama pada waktu yang sama, hingga saling mengirim foto atau suara di sela-sela aktivitas. Aktivitas sederhana tetapi rutin ini membantu anak merasa tetap diperhatikan dan didampingi oleh orang tuanya.
Kegiatan yang dilaksanakan KPPN Balikpapan ini tidak hanya menyoroti tantangan, tetapi juga memberikan ruang untuk menemukan solusi. Situasi keterpisahan justru dapat menjadi sarana orang tua mengajarkan nilai kemandirian, adaptasi, dan kedisiplinan pada anak. Dukungan institusi melalui perhatian, apresiasi, serta pengelolaan SDM yang responsif juga menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan mental pegawai.
Melalui peringatan Hari Ayah, KPPN Balikpapan memberikan penghargaan kepada seluruh pegawai yang tetap mengutamakan keluarga sambil menjalankan tugas negara. Jarak mungkin memisahkan, tetapi komitmen, komunikasi, dan kasih sayang mampu menjaga keluarga tetap kuat. Momen ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh pegawai untuk terus menjaga keharmonisan keluarga di tengah dinamika pekerjaan.


