GKN, Jln. Ahmad Yani No.28, Klandasan Ilir, Balikpapan

Integritas tidak diuji ketika segala sesuatu berjalan dengan mudah. Integritas justru diuji ketika seseorang dihadapkan pada tekanan, ancaman, dan pilihan-pilihan yang sulit. Pesan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan Pembinaan Mental Bidang Rohani yang dilaksanakan pada Selasa, 9 Juni 2026, dengan tema “Penyuapan dan Ancaman: Harga Sebuah Pilihan, Integritas di Bawah Tekanan”.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber Joko Santoso menjelaskan bahwa integritas merupakan nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap aparatur negara. Dalam kondisi ideal, ketika sistem berjalan dengan baik, lingkungan mendukung, dan tidak terdapat tekanan, bersikap jujur serta mematuhi aturan bukanlah hal yang sulit dilakukan. Namun, integritas yang sesungguhnya akan terlihat ketika seseorang menghadapi situasi yang menuntut keberanian untuk tetap berpegang pada prinsip yang benar.

Dalam pandangan agama, integritas bukan hanya tentang hubungan manusia dengan manusia, misalnya dengan atasan, rekan kerja, atau institusi. Melainkan juga tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Artinya, setiap tindakan yang kita lakukan tidak hanya dinilai oleh sistem organisasi, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang tidak terlihat secara langsung. Semua agama pasti menganjurkan hal yang baik. Integritas dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas. Ketika nilai-nilai tersebut terus dijaga dan diterapkan, maka akan tumbuh menjadi budaya yang kuat dan memberikan dampak besar bagi organisasi.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

Search