GKN, Jln. Ahmad Yani No.28, Klandasan Ilir, Balikpapan

Mengapa Hal Negatif Lebih Mudah Diingat? Memahami Negativity Bias

Pernahkah Anda merasa satu berita buruk lebih membekas dibandingkan banyak kabar baik yang diterima pada hari yang sama? Atau ketika membuka media sosial dan membaca berita, rasanya dunia dipenuhi dengan masalah? Fenomena ini bukan berarti kita pesimis, melainkan berkaitan dengan cara kerja otak yang dikenal sebagai negativity bias.

Negativity bias adalah kecenderungan otak manusia untuk lebih memperhatikan, mengingat, dan merespons informasi negatif dibandingkan informasi positif. Kemampuan ini merupakan hasil proses evolusi. Pada masa lalu, manusia yang lebih cepat mengenali ancaman memiliki peluang bertahan hidup yang lebih besar. Akibatnya, otak berkembang menjadi lebih peka terhadap hal-hal yang dianggap berbahaya atau berisiko.

Meskipun saat ini ancaman yang kita hadapi berbeda dengan zaman dahulu, cara kerja otak tersebut masih tetap ada.

Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama mengenai peristiwa yang berdampak luas, seperti bencana, kecelakaan, atau isu keamanan. Karena peristiwa seperti ini bersifat penting dan perlu diketahui publik, berita negatif memang lebih sering muncul dibandingkan kabar yang berjalan normal.

Ketika kecenderungan media untuk melaporkan peristiwa penting bertemu dengan negativity bias pada otak manusia, kita dapat merasa seolah-olah dunia dipenuhi oleh hal-hal buruk, padahal masih banyak perkembangan positif yang mungkin tidak mendapatkan perhatian sebesar berita negatif.

Apabila tidak disadari, negativity bias dapat membuat seseorang lebih mudah merasa khawatir setelah membaca berita, terlalu fokus pada satu masalah, dan mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum utuh.

Menyadari bahwa otak memiliki negativity bias merupakan langkah awal untuk menjadi lebih bijak dalam menerima informasi. Biasakan mengonsumsi informasi dari sumber tepercaya, melihat suatu peristiwa secara menyeluruh, dan menyeimbangkan informasi mengenai tantangan dengan informasi yang edukatif maupun inspiratif.

Memahami cara kerja otak bukan berarti mengabaikan informasi negatif, melainkan membantu kita menyikapinya secara lebih objektif sehingga keputusan dapat diambil berdasarkan fakta, bukan semata-mata rasa takut atau kekhawatiran.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

Search