HINGGA AKHIR JULI 2023, KINERJA APBN WILAYAH KPPN BANTAENG TUMBUH POSITIF 212,74%
Sampai dengan tanggal 31Julitahun 2023, Kinerja Belanja APBN pada wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Bantaeng (KPPN Bantaeng) tumbuh positif. Dari total pagu sebesar Rp3,5triliun, belanja negara yang telah direalisasikan mencapaiRp2,07triliun atau mencapai 58,79 persen dari total pagu DIPA. Realisasi penyaluran belanja negara tersebut yang terdiri dari realisasi belanja pemerintah pusat dan realisasi belanja transfer ke daerah termonitor tumbuh sebesar 212,74 persen year on year (yoy).
Realisasi belanja pemerintah pusat yang telah disalurkan ke instansi vertikal Kementerian Negara/Lembaga di wilayah Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Jeneponto tercatat sebesar Rp409 miliar atau sebesar 63,51 persen terhadap pagu alokasi DIPA tahun 2023, tumbuh sebesar 18,88 persen yoy. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kenaikan realisasi belanja barangyang mengalami pertumbuhansignifikan sejalan dengan meningkatnya aktivitas operasional pemerintah sebesar 49,5 persen yoy.Belanja pegawai juga turut menyumbang terjadinya peningkatan kinerja APBN pada wilayah KPPN Bantaeng yang meningkat sebesar 11,73 persen yoy. Sedangkan belanja modalterkontraksi sebesar 24,4 persenyoy, dengan realisasi sebesar Rp18,75 miliar, turun Rp6,05 miliar dibanding periode yang sama tahun 2022, namun telah mencapai 59,97 persen dari pagu DIPA belanja modal tahun 2023.
Sementara itu, realisasi belanja transfer ke daerah telah mencapai Rp1,66 triliun atau sebesar 57,74 persen terhadap pagu alokasi DIPA BUN-TKD tahun 2023. Realisasi belanja Transfer ke Daerah (TKD) sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah daerah dengan mendanai pelaksanaan urusan yang telah diserahkan kepada daerah dan desa meningkat signifikan mencapai 421,98 persen yoy, meningkat sebesar Rp1,35 triliundibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 yang hanya sebesar Rp318,78 miliar. Peningkatan yang signifikan pada belanja TKD sangat dipengaruhi oleh adanya jenis belanja TKD baru yang disalurkan mulai tahun 2023, yaitu Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Insentif Fiskal.
Berdasarkan data OMSPANTKD sampai akhir Juli 2023, diketahui bahwa penyaluran Dana Transfer Umum yang terdiri Dana Bagi Hasildan Dana Alokasi Umum terealiasi sebesar Rp12,56 miliar atau 37,01 persen dari pagu DIPA DBH, dan sebesar Rp1,12 triliun atau 61 persen dari pagu DIPA DAU. Sementara itu, penyaluran Dana Transfer Khusus yang terdiri DAK Fisikdan DAK Non Fisik terealisasi sebesar Rp62,94 miliar dan Rp344,06 miliar, meningkat signifikan sebesar 117,02 persen yoy. Selanjutnya Dana Desayang disalurkan dalam bentuk BLT dan Non BLT telah berhasil salur ke desa-desa pada Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Jeneponto sebesar Rp116,07 miliar atau 53,53 persen terhadap pagu DIPA Dana Desa.Transfer ke Daerah selanjutnya yang baru mulai disalurkan di tahun 2023 adalah Dana Insentif Fiskal yang merupakan penghargaan atas kinerja pemerintah daerah, telah tersalurkan sebesar Rp10,41 miliar atau 50 persen dari pagu DIPA.
Adapun kinerja penyaluran pembiayaan kredit pemerintah untuk UMKM telah terserap sebesar Rp778,59 miliar yang terdiri dari pembiayaan Kredit Usaha Raktyat (KUR) sebesar Rp744,54 miliaryang telah disalurkan kepada 14.978debitur dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) telah tersalurkan sejumlah Rp34,05miliar kepada 8.210debitur. Dengan disalurkannya Pembiayaan KUR dan Pembiayaan UMi kepada para pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat permodalan usaha, memperluas akses usaha yang produktif dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Serapan anggaran belanja yang mencapai Rp2,07triliun dan meningkatnya jumlah pembiayaan KUR dan Umi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga dapat mendorong tercapai dan terwujudnya pertumbuhan ekonomidi wilayah Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Jeneponto.


utkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala KPPN Bantaeng, Moch. Fajar Adcha. Dalam sambutannya, Fajar menyampaikan apresiasi kepada satker mitra kerja atas capaian nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) KPPN Bantaeng semester I tahun 2023 dan para operator yang telah memberikan kinerja terbaik. Pada kesempatan yang sama, Kepala KPPN Bantaeng mengingatkan tentang implementasi CMS, optimalisasi digipay, dan penggunaan KKP sekaligus menekankan tentang pentingnya digitalisasi sehingga perlu memperbanyak transaksi non tunai dalam pelaksanaan anggaran.


















