Kegiatan dilaksanakan pada Hari Selasa, tanggal 28 Mei 2024 bertempatan di Middle office KPPN Jambi dengan peserta yang hadir adalah seluruh pegawai KPPN Jambi. Acara dimulai dengan kata sambutan Bpk. Firbana selaku Kepala KPPN Jambi. Kepala KPPN menerangkan latar belakang dilaksanakannya kegiatan dan diharapkan para peserta dapat menyimak dengan seksama. Terakhir, Kepala KPPN Jambi mengharapkan agar pelaksanaan FGD dapat berjalan dengan lancer dan tertib.
Selanjutnya, penyampaian materi terkait pemanfaatan Data Analytics dan Generative Ai di Kemneterian Keuangan disampaikan oleh Esther Priscilla Br Siregar selaku pelaksana Seksi Verifikasi dan Akuntasi KPPN Jambi.
Materi diawali dengan penyampaian latar belakang atau urgensi pemanfaatan Data Analytics dan Gnerative AI dalam mendukung program bisnis di lingkungan Kementerian Keuangan. Arahan Menteri Keuangan, Ssri Mulyani, bahwa seluruh insan pegawai Kementerian Keungan sudah seharusnya menggali daan mengolah data yang jumlahnya sangat banyak sehingga menjadi informasi yang berguna sebagai dasar/referensi dalam pengambilan keputusan dan perumusahn kebijakan.
Sejak tahun 2021, data analitik telah menjadi inisiatif Strategis di Kementerian Keungan. Berbagi proyek data analitik telah dikembangkan, antaranya
a. Proyek Data Analitik Deskriptif dan Diagnosis
- EIS (Executive Informasi System)
Adalah system informasi bagi pejabat di lingkungan Kemenkeu yang menyediakan informasi, teragregasi, dan terstruktur/single source of truth. Adapun komponen yang dikembangkan dalam EIS seperti info APBN, isu global, data keungan daerah, repositori, sektor rill dan neraca perdagangan.
b. Proyek Data Analitik Prediktif:
Adalah sebuah dashboard yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran untuk melakukan pemantauan dan prediksi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Adalah sebuah system yang dielaborasikan dengan aplikasi e-Tax Court milik Sekretariat Pengadilan Pajak yang dapat memberikan prediksi profiling perkara maupun prediksi hasil putusan perkara.
c. Proyek Data Analitik Preskriptif
Merrupakan aplikasi yang bertujuan untuk mencari pegawai yang memiliki keahlian dari bidang tertentu dari keseluruhan pegawai Kemenkeu. Exloc menggunakan sebanyak 6,2 juta indeks data dari berbagai sumber.
Terdapat beberapa proyek AI yang sedang dan telah dikembangkan di Kementerian Keuangan, diantaranya sebagai berikut:
a.Law Analyzer
Merupakan aplikasi yang dapat melakukan pencarian dananalisis hukum otomatis menggunakan generative-AI, untuk membantu perumus aturan.
b. JDIH Smartbot
Merupakan aplikasi chat tanya jawab seperti ChatGPT namun dapat mengakses ke peraturan di JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum) Kemenkeu, dan dapat memberikan referensi ke peraturan yang dimaksud.
c. AI Knowladge Management System
Merupakan aplikasi chatbot yang sedang dibuat oleh BPPK, yang dapat menjawab pertanyaan dari 9.000 lebih asset video, presentasi dan pdf yang ada diKemenkeu Learning Center (KLC), serta dapat memberikan letak referensinya
d. Nadine AI
Otomasi persuratan menggunakan Gen AI dengan fitur yang direncanakan yaitu merangkum informasi yang penting dari surat masuk, membalas surat secara semi-otomatis, membuat surat dngan lebih cepat dan tepat, serta melakukan scoring prioritas inbox yang cerdas
e. AsistenKeu
Merupakan aplikasi chat tanya jawab seperti ChatGPT namun dapat diakses menggunakan Whatsapp
Berdasarkan dari proses kegiatan yang berlangsung dapat di capat hal-hal sebagai berikut:
- Kegiatan FGD Data Analytic dapat memberikan pemahaman kepada peserta terkait urgensi data analitik dan perkembangan teknologi,dalam hal ini perkembangan AI (ArtificialIntelligence)
- Dengan pemahaman mendasar yang dimiliki, akan menumbuhkan minat dan semangat untuk mempelajari dan memperdalam data analitik
- Implementasi data analitik dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan perumusan