
Capaian Positif Kinerja APBN 2025
Kepala KPPN Kotamobagu, Tommi Helmiwan, memaparkan bahwa realisasi belanja di wilayah kerja KPPN Kotamobagu menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Desember 2025, total penyaluran dana APBN mencapai Rp4,09 Triliun dari total pagu Rp4,17 Triliun.
Efektivitas ini juga tercermin dari peningkatan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) kolektif yang naik signifikan dari 94,87 pada tahun 2024 menjadi 97,44 di tahun 2025. Meski indikator Revisi DIPA dan Capaian Output meraih nilai sempurna, Tommi menyoroti indikator Deviasi Halaman III DIPA yang masih berada di angka 85,94 dan perlu dioptimalkan pada tahun anggaran mendatang.
Strategi Tahun 2026 dan Digitalisasi Pembayaran
Dalam sesi teknis, Kepala Seksi PDMS, Wakhid Fatwan, memberikan panduan strategis bagi satuan kerja (satker) untuk tahun 2026:
- Pemutakhiran RPD: Satker wajib menyesuaikan Rencana Penarikan Dana (RPD) Januari dengan realisasi SP2D.
- Proyeksi Belanja: Menginstruksikan proyeksi belanja pegawai seperti THR dan Gaji ke-13 pada bulan Maret dan Juni.
- Akselerasi Digital: Mendorong penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP), Digipay Satu, dan Cash Management System (CMS) untuk transparansi pembayaran.
Beliau juga mengingatkan pentingnya sertifikasi kompetensi (PNT/SNT/BNT) bagi pejabat perbendaharaan sebagai syarat legalitas tugas.
Menuju Laporan Keuangan Akuntabel dan Zero Retur
Kepala Seksi VERAKI, Nurhidayati, menekankan pentingnya penyelesaian to do list dan rekonsiliasi data pada aplikasi SAKTI guna menghasilkan laporan keuangan yang andal. Selain itu, KPPN Kotamobagu mencanangkan Gerakan Zero Retur di tahun 2026 setelah mencatat adanya 15 kasus retur sepanjang tahun 2025. Satker diimbau melakukan validasi data supplier secara teliti untuk menghindari kendala penyaluran dana.
Komitmen Integritas WBBM
Menutup kegiatan, KPPN Kotamobagu menegaskan komitmennya dalam menjaga predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Seluruh layanan diberikan secara gratis dan transparan tanpa imbalan dalam bentuk apa pun.
Kegiatan FGD ini dinilai sangat efektif dengan Indeks Efektivitas Edukasi mencapai 99,20, yang mencerminkan pemahaman mendalam para peserta terhadap materi yang disampaikan.

