Purworejo, 8 November 2024 – Kegiatan Pelatihan Service Excellence yang bertemakan "Emotional Resilience for Service Excellence" diselenggarakan oleh KPPN Purworejo sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan KPPN. Pelatihan ini berfokus pada pengembangan ketahanan emosional (emotional resilience) para pegawai, yang sangat penting dalam menghadapi berbagai tekanan dan tantangan dalam pekerjaan serta interaksi dengan publik. Dengan kemampuan untuk mengelola emosi secara bijak, pegawai diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Kegiatan pelatihan dimulai pada pukul 08.30 WIB di Taman Matoa KPPN Purworejo dan dibuka dengan sambutan dari Kepala KPPN Purworejo. Pembicara dalam pelatihan ini, Ibu Meriam Esterina, M.Psi., PAI, memulai presentasinya dengan menjelaskan pentingnya ketahanan emosional dalam konteks pelayanan publik. Dalam pemaparannya, beliau menekankan empat langkah penting untuk mengelola emosi secara konstruktif, yaitu Kenali, Pahami, Perbaiki, dan Nawaitu. Langkah-langkah ini bertujuan untuk membantu pegawai menghadapai tantangan pekerjaan dengan lebih tenang dan rasional.
Selama sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait penerapan ketahanan emosional dalam lingkungan kerja. Diskusi berlangsung secara interaktif, dengan partisipasi aktif dari seluruh peserta. Salah satu hasil yang dicapai adalah peningkatan pemahaman tentang konsep layanan prima dan kepuasan pengguna layanan. Peserta menyadari pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pengguna layanan, tanpa terkecuali, untuk menciptakan siklus positif yang mendukung kesuksesan organisasi.
Dalam pelatihan ini, Ibu Meriam juga membahas keterkaitan antara kebahagiaan pegawai dan kualitas pelayanan. Beliau menjelaskan bahwa pegawai yang merasa dihargai dan puas dengan pekerjaannya cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah, lebih jarang absen, serta lebih loyal terhadap organisasi. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pengguna layanan, yang pada gilirannya akan memperkuat citra dan kinerja instansi secara keseluruhan.

Peserta juga mendapat wawasan tentang konsep emotional resilience, yang diartikan sebagai kemampuan untuk bangkit dari kesulitan, mengatasi rasa frustrasi, dan tetap tenang di bawah tekanan. Ibu Meriam menekankan pentingnya ketahanan emosional dalam menghadapi tantangan pekerjaan, seperti tenggat waktu yang ketat atau tuntutan tinggi dari pengguna layanan. Dengan ketahanan emosional yang baik, pegawai KPPN Purworejo akan dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan terukur dalam situasi yang penuh tekanan.
Sebagai penutup, peserta diajak untuk melihat keluhan dari pengguna layanan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang. Mengutip pernyataan Bill Gates, "Your most unhappy customers are your greatest source of learning," Ibu Meriam mengingatkan bahwa kritik dan keluhan yang diterima seharusnya dipandang sebagai bahan untuk perbaikan berkelanjutan. Kegiatan pelatihan ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya ketahanan emosional dalam meningkatkan kualitas pelayanan, serta dampaknya terhadap kinerja KPPN Purworejo dan instansi terkait.



